IndonesiaLineNews-Pekanbaru— Provinsi Riau mencatatkan prestasi tertinggi secara nasional dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Imunisasi Kejar Bulan Imunisasi Anak (BIK) Tahun 2026. Berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan RI per 19 Oktober 2026, Riau menempati posisi puncak dengan persentase cakupan imunisasi kejar tertinggi untuk dua kelompok usia anak.
Keberhasilan tersebut disambut baik oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan, kader posyandu, serta Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten dan kota. Kerja keras petugas di lapangan dinilai menjadi kunci utama keberhasilan penjangkauan sasaran imunisasi.
“Capaian tertinggi nasional ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama. Imunisasi adalah investasi masa depan anak Riau. Saya minta capaian ini jangan membuat kita lengah, justru harus dikebut sampai seluruh anak di Riau mendapatkan hak imunisasi lengkap,” ujar Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, Sabtu (24/10/2026).
Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap program imunisasi kejar sebagai langkah preventif menekan angka stunting serta mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit seperti campak, rubella, difteri, dan polio. Perlindungan kesehatan anak dipandang sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia daerah.
“Anak yang sehat adalah fondasi Riau yang unggul. Dari Riau yang sehat, untuk Indonesia Emas 2045. Terus kejar, jangan ada satu anak pun tertinggal,” kata SF Hariyanto.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, cakupan imunisasi pada kelompok usia di bawah 12 bulan (surviving infants) dari total sasaran 85.337 anak mencatat sebanyak 12.958 anak berhasil mendapatkan minimal satu dosis imunisasi yang terlewat. Angka tersebut menghasilkan cakupan 15 persen yang menempatkan Riau di peringkat pertama nasional, jauh melampaui rata-rata nasional sebesar 4 persen.
Sementara itu, pada kelompok anak di bawah dua tahun atau baduta usia 12 hingga 24 bulan dari total sasaran 84.382 anak, sebanyak 7.445 baduta telah terlayani imunisasi kejar. Capaian persentase sebesar 7 persen tersebut juga menjadikan Riau sebagai daerah dengan cakupan tertinggi di Indonesia.
Guna mempertahankan hasil positif tersebut, Pemprov Riau mengintensifkan monitoring harian dan mingguan untuk mendeteksi wilayah dengan cakupan rendah agar tindakan korektif dapat segera dilakukan. Pemerintah daerah juga mewajibkan pencatatan data imunisasi secara harian melalui aplikasi ASIK agar seluruh sasaran anak yang belum lengkap imunisasinya dapat segera dikejar.
Secara nasional, program BIK telah berhasil menjangkau 134.850 bayi di atas usia 12 bulan serta 101.007 baduta yang belum lengkap status imunisasinya. Di bawah Riau, provinsi dengan persentase capaian tinggi lainnya meliputi Sulawesi Tenggara sebesar 7 persen dan DKI Jakarta sebesar 5 persen untuk kelompok usia kurang dari 12 bulan.
Pelaksanaan imunisasi kejar terus dipercepat di berbagai daerah mengingat masih banyaknya anak yang belum menerima imunisasi dasar lengkap. Upaya kolektif ini diharapkan mampu memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak dari ancaman penyakit menular berbahaya.






