Sudinkes Jaksel Telah Tangani 1.314 Kasus DBD

IndonesiaLineNews-Jakarta-Sejak Januari hingga awal Oktober 2026, tercatat ada 1.314 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah ditangani jajaran  Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan. 

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita, pencegahan penyebaran kasus DBD dapat dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) secara rutin, serentak, dan berkelanjutan.

“PSN perlu dilakukan secara rutin, serentak, dan berkelanjutan, setidaknya satu kali dalam sepekan, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ucapnya,Rabu (14/10).

Kemudian, lanjut Fitria, petugas kesehatan juga harus melaksanakan surveilans epidemiologi dan surveilans entomologi untuk memantau perkembangan kasus, sekaligus mengetahui faktor risiko penularan berdasarkan kepadatan populasi nyamuk penular DBD.

“Pemantauan kasus dan pelaporan juga dilakukan melalui laman surveilans DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya mendapatkan gambaran perkembangan kasus secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Fitria mengajak masyarakat menggalakkan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) untuk memantau keberadaan jentik nyamuk secara rutin.

“Kami juga selalu mengingatkan masyarakat agar mengenali gejala DBD, melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut, serta menjaga lingkungan tetap bebas dari jentik nyamuk,” katanya.

Terkait pelaksanaan fogging, Fitri menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan opsi terakhir setelah ditemukannya kasus positif dan dilakukannya Penyelidikan Epidemiologi (PE).

“Cairan fogging mengandung bahan kimia yang berisiko memicu gangguan pernapasan hingga penyakit lainnya jika digunakan berlebihan. Langkah paling efektif dan aman tetaplah gerakan PSN 3M Plus serta penguatan program Jumantik Mandiri,” tandasnya.