IndonesiaLineNews-Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Bakti BCA menyalurkan bantuan kacamata kepada 1.000 pelajar dari 16 SMPN dan MTsN di Kepulauan Seribu serta Jakarta Utara.
Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di SMPN 285 Jakarta, Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengapresiasi dukungan Bakti BCA dalam membantu pelajar memperoleh kacamata lantaran kedapatan ada kendala medis. Menurutnya bantuan itu dibutuhkan mereka untuk menunjang proses belajar.
“Atas nama Pemprov DKI Jakarta, kami mengucapkan terima kasih kepada BCA dan Bakti BCA yang memberikan perhatian serta bantuan kacamata bagi anak-anak kita,” ujar Rano, Jumat (25/9).
Dalam kesempatan itu, Rano mengingatkan para pelajar untuk menjaga kesehatan mata dengan bijak memanfaatkan teknologi. Karena itu, Ia meminta mereka bisa membatasi diri menggunakan telepon seluler, komputer dan perangkat digital di keseharian dalam batas wajar.
Hal itu lantaran paparan radiasi dari sinar layar digital bila terjadi dalam waktu lama akan berdampak terhadap kesehatan mata. Dicontohkannya, beberapa waktu lalu Ia mengalami kendala kesehatan mata dan sempat mengalami pendarahan.
Selama masa pemulihan hingga dua pekan, pihak medis melarang Rano terpapar layar gawai, monitor komputer dan sejenisnya dalam waktu lama sebagai syarat. Sebab itu, Ia meminta anak-anak agar mulai disiplin menggunakan telpon seluler dan komputer sewajarnya.
“Boleh saja memakai gawai, tetapi kita sendiri yang harus tahu kapan saatnya menutup layar sesaat untuk beristirahat,” tambahnya.
Kemudian, Rano berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pelajar penerima agar gangguan penglihatan tidak menghambat aktivitas belajar dan pengembangan potensi mereka.
“Saya juga berharap kacamata dari Bakti BCA ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh adik-adik penerima bantuan, baik yang ada di Kepulauan Seribu maupun perwakilan dari Jakarta Utara seperti SMPN 95,” tegasnya.
Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Antonius Widodo Mulyono mengatakan, program tersebut diawali dengan pemeriksaan kesehatan mata terhadap 3.503 pelajar dari 16 sekolah di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 1.000 di antaranya teridentifikasi mengalami gangguan mata dan mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhan, termasuk bantuan kacamata korektif dan vitamin mata.
“Mata adalah jendela dunia dan sarana utama untuk menyerap ilmu pengetahuan serta menumbuhkan rasa percaya diri generasi penerus bangsa. Kami berharap bantuan kacamata ini memacu adik-adik untuk bermimpi setinggi-tingginya,” tandasnya.






