Korban tewas akibat gempa di Filipina selatan menjadi 37 orang

Teropongtimeindonesia-Manila — Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah lepas pantai Maasim, Sarangani, Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6) pagi, meningkat menjadi 37 orang. Selain itu, sebanyak 479 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Berdasarkan data terbaru dari National Disaster Risk Reduction and Management Council (NDRRMC) yang dirilis Selasa (9/6), wilayah Soccsksargen menjadi daerah yang paling terdampak dengan catatan 33 korban meninggal dunia, 456 orang terluka, dan empat orang masih dalam pencarian.

Sementara itu, wilayah Davao Region melaporkan empat korban meninggal dunia dan 23 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Gempa kuat tersebut terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat gempa berada di lepas pantai Maasim, Provinsi Sarangani. Guncangan dirasakan luas di berbagai wilayah Mindanao dan menyebabkan kerusakan pada rumah, bangunan publik, jalan, serta fasilitas infrastruktur lainnya.

Tim penyelamat dan petugas tanggap darurat masih terus melakukan evakuasi, pencarian korban hilang, serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak. Pemerintah Filipina juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Gempa ini menjadi salah satu yang terkuat yang melanda Pulau Mindanao dalam beberapa tahun terakhir dan memicu respons darurat besar-besaran dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempa