Jenetallasa, In Memorian Almarhum Abdul Hamid Bin Dewa Daeng Magassing Dalam Usia 67 Tahun, Selamat Jalan Cikali, Allahumma Firlahu Warhamhu Waafihi Wa’fuanhu, Aamiin Ya Rabbal Alamiin “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”
“Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya(mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”
“Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
“(yaitu) orang-orang yang apabila di timpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa Inna ilaihi raji’un”(sesungguhnya Kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”
‘Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan Rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
QS Al Baqarah 2 : 153 – 157
Gambaran seorang manusia apakah orang tersebut rajin bersiturahmi, “baji Kana kananna siagang panggaukanna ri paranna rupa tau siagang mange ri Karaeng mappa’jaria Allah Taala”, tergambar pada saat orang tersebut di uji oleh Allah baik berupa sakit, kelaparan, ketakutan dan lain lain apalagi musibah kematian, maka secara spontanitas, keluarga, sahabat, tetangga dan handai taulan berdatangan untuk menjenguk, memberi semangat dan membantu mengurus pemakaman.
Almarhum Abdul Hamid Bin Dewa Daeng Magassing memiliki 7 orang anak, 5 menantu dan 4 orang orang cucu, seperti di ketahui bahwa istri dari Almarhum yakni Hajara daeng Basse sudah berpulang ke rahmatullahi pada tahun 2001, berarti sudah berlalu 24 tahun menjadi orang tua tunggal bagi anak dan cucunya, sekali lagi tergambar arti kesetiaan dan tanggung jawab yang besar terhadap anak dan cucunya.
Namun sebagai manusia biasa maka almarhum tidak akan pernah luput dari kesalahan dan kekhilafan, oleh karena itu maka segala hal yang bersangkutan dengan almarhum apakah itu berupa utang piutang untuk segera menghubungi keluarganya,ataukah nia “kana-kananna atau perbuatan yang di lakukan oleh almarhum semasa hidupnya sehingga angngerangi pa’risi ri atinta kipammopporangi naki sipammopporang.”
Ungkap Ahmad Baso Karaeng Tenreng
“Maha suci Allah yang menguasai (segala) Kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa,Maha Pengampun.”
QS Al Mulk 67 : 1- 2
“Dari Abu Hurairah RA Rasullullah SAW bersabda: “Jika manusia itu meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
HR Al Bukhari, Muslim, Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasai
Atas segala perhatian, bantuan,doa dan dukungannya selama ini baik semenjak almarhum di rawat di rumah, di urus prosesi pemakamannya sampai pelaksanaan ta’ziah selama tiga malam tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf sekiranya ada hal hal yang kurang berkenan di hati, “Semakin jauh kaki melangkah semakin dekat dengan kematian”. “Hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada Allah kita minta pertolongan.”QS Al Fatihah 1 : 5
Lembaga adat Kerajaan Bajeng LAKB
33 Anrong Tau
Jannang Parangmalengu
Toa’ Oke’ Family
@Ahmadtenreng






