IndonesiaLineNews-Gowa-Parapa pakkabba, minggu 14/04/2024I Tolok Daeng Magassing terkenal sebagai pimpinan perlawanan pagorra patampuloa dengan wilayah afdeling makassar meliputi : makassar, gowa, bajeng, polongbangkeng, jeneponto,bantaeng dan sebagian maros
Adapun yang mendasari I Tolok Daeng Magassing melakukan perlawanan terhadap belanda dan semua antek anteknya adalah karena semua penyiksaan, perampasan harta dan semua hasil bumi warga di rampas oleh pemerintah Hindia Belanda kemudian di bawa negeri Belanda
Setelah terjadi agresi militer Belanda tahun 1905 dan pengambil alihan kekuasaan kerajaan gowa oleh pemerintah Belanda, tetapi karena raja gowa saat itu Sultan Husain I Makkulau Karaeng Lembang Parang,menolak keinginan dan tuntutan Belanda untuk menandatangani surat pengakuan atas kekuasaan dan pemerintahan Belanda atas Kerajaan Gowa.

Atas dasar tersebut maka I Tolok Daeng Magassing mulai menghimpun teman temannya yang jago silat dan punya tujuan yang sama yakni untuk mengusir penjajah Belanda dari bumi Indonesia,
Awalnya gerakan tersebut di mulai dengan merampok, menjarah,merampas semua harta tentara Belanda dan orang orang kaya yang pro dengan Belanda.
Adapun rampasan harta tersebut di bagikan kepada penduduk miskin dan kelaparan,,, sehingga gerakan dari I Tolok Daeng Magassing mendapat perhatian dari beberapa orang bangsawan dari kerajaan gowa, bajeng dan polongbangkeng menemui I Tolok Daeng Magassing dan mengutarakan apresiasinya serta memberikan dukungan baik moriel maupun materiel
Untuk bekerja sama mengusir penjajah Belanda, adapun I Tolok Daeng Magassing oleh bangsawan Gowa di berikan beberapa senjata dan yang paling terkenal adalah I Tabule’leng
(badik hitam) yang di pergunakan untuk meneror pasukan belanda dan antek anteknya,tak jarang bagi yang ketahuan pro dengan Belanda maka hartanya langsung di rampok dan kalau melawan maka langsung di eksekusi mati
Dalam beberapa kesempatan setiap I Tolok Daeng Magassing datang ke satu perkampungan,maka selalu di potongkan kerbau serta membuat pesta,sebagai tanda terima kasih atas segala bantuan yang telah di berikan oleh I Tolok Daeng Magassing,,,walau nyawa menjadi taruhannya,,informasinya juga banyak sekali orang yang berziarah ke makam I Tolok Daeng Magassing, ujar beberapa warga di sekitar pekuburan
Seperti di ketahui bahwa I Tolok Magassing adalah putra dari I Kade Daeng Taoke Jannang Parangmalengu, yang menurut cerita turun-temurun bahwa Beliaulah yang menjadi cikal bakal dari pemberian istilah dari Raja Gowa ” Tu Maradeka ri Gowa,Teai Ata Teai Tongi Karaeng, Karaeng Tani Lantik.”
Allahumma Firlahu Warhamhu Waafihi Wa’fuanhu, semoga Almarhum Kakek Moyang Kami, I Kade Daeng Taoke&I Tolok Daeng Magassing serta semua anak cucunya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, Alfatihah Aamiin
Laporan awak media dari pekuburan julumata pakkabba
Bersambung
@Ahmadtenreng






