Mahasiswa Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh Geram Terhadap Penambang Emas Ilegal Yang Ada di Area Krueng (Sungai) Woyla

Indonesialinenews.com-Aceh Barat- Mahasiswa Teknik lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh Muhammad dedi kausar serta Multazam menyatakan geram akan maraknya penambangan emas ilegal di area krueng woyla, jum’at 20/11/2020.

Penambangan emas di area krueng woyla sudah terjadi sejak lama secara tradisional, namun akhir-akhir ini banyak penambang bahkan dari luar woyla yang tergiur akan potensi emas di area krueng woyla, Namun sayang seribu sayang para penambang tidak memikirkan dampak dari penambangan emas ilegal tersebut nyatanya hari ini sudah bisa kita liat langsung kondisi air krueng woyla sendiri warna nya sudah berubah menjadi keruh, hal ini sangat disayangkan, mengingat air krueng woyla digunakan untuk kebuhutuhan masyarakat sekitar, ujar salah satu Mahasiswa teknik lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh Muhammad Dedi Kausar

selama ada penambangan emas ilegal yang ada di area krueng (sungai) woyla sepanjang DAS yang mencakup 5 kecamatan, mulai dari kecamatan Sungai Mas,woyla timur,woyla induk, woyla Barat dan sampai ke muara sungai woyla yaitu Arongan lambalek, sangat merasakan dampak nyata perubahan warna air sungai krueng woyla.

Dalam Survei yang kita lihat bahwa pencemaran air sungai krueng woyla sangat dampak bagi kehidupan masyarakat akan akibat dari penambangan emas ilegal tersebut, kita berharap agar ikan yang hidup di sepanjang Das tidak musnah akibat keruhnya air sungai tersebut, begitu juga kita berharap agar pihak terkait segera menindak lanjuti persoalan tersebut, dengan turun kelapangan untuk memastikan apakah air sungai krung woyla tercemar.