“Salah satu strategi yang dipakai adalah penyediaan BTS untuk mengurangi kesenjangan telekomunikasi yang masih ada di Provinsi Papua Barat, sesuai dengan program Nawacita yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah, terutama daerah perkampungan atau desa di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat,” jelasnya.
Menurut Gubernur Papua Barat, pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak hanya mempermudah pemerataan pelayanan di Provinsi Papua Barat, tetapi dapat mengejar ketertinggalan cakupan sinyal telepon seluler dan internet.
“Dengan adanya penyediaan BTS di wilayah blankspot, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pentingnya akses telekomunikasi dan informasi. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang sedang menimpa negara Indonesia, kita merasakan betapa pentingnya akses telekomunikasi baik untuk media pembelajaran anak-anak sekolah, layanan kesehatan masyarakat, dan penguatan ekonomi mikro berbasis digital,” paparnya.
Gubernur Dominggus Mandacan menyambut baik pembangunan BTS 4G oleh Kementerian Kominfo. Menurutnya, layanan BTS 4G sebagai salah satu strategi pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang merata dari hulu sampai ke hilir.
(Redaksi TTI-Linenews)






