IndonesiaLinenews-Jakarta-Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta memperkenalkan potensi wisata bahari kepada pelaku industri pariwisata, media, serta influencer/content creator dari Brunei Darussalam melalui kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) bertajuk ‘Brunei Darussalam x Enjoy Jakarta’.
Berpusat di kawasan Kepulauan Seribu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada delegasi dalam mengenal beragam destinasi wisata bahari Jakarta.
Selain memperkuat promosi Jakarta di pasar Brunei Darussalam, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi bisnis, khususnya pengembangan dan pemasaran paket perjalanan wisata antara pelaku industri pariwisata kedua negara.
Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, pemilihan Jakarta sebagai destinasi promosi didasarkan pada potensi daya tarik wisata yang relevan dengan karakteristik pasar Brunei Darussalam.
Selain itu, konektivitas penerbangan langsung antara Bandar Seri Begawan dan Jakarta yang dilayani oleh Royal Brunei Airlines dan AirAsia menjadi salah satu faktor pendukung kemudahan akses wisatawan.
Ia menyampaikan, pengalaman langsung merupakan salah satu pendekatan penting dalam strategi pemasaran pariwisata luar negeri. Menurutnya, pelaku usaha perjalanan, media, dan content creator perlu merasakan langsung pengalaman berwisata sebelum merekomendasikan suatu destinasi kepada pasarnya.
“Melalui kunjungan ke Kepulauan Seribu, kami ingin memperlihatkan bahwa Jakarta memiliki alternatif wisata bahari yang menarik dan dapat dijangkau dari pusat kota, melengkapi beragam atraksi budaya, sejarah, dan kuliner yang telah dikenal,” ujarnya, Senin (2/10).
Andhika berharap, Disparekraf DKI Jakarta Kepulauan Seribu semakin dikenal sebagai salah satu alternatif destinasi wisata bahari bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara melalui kegiatan ini.
“Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global yang memiliki keberagaman pengalaman wisata,” ucapnya.
Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandary menjelaskan, keterlibatan pelaku industri pariwisata dalam kegiatan ini merupakan bagian dari strategi untuk memastikan promosi destinasi dapat berlanjut menjadi peluang kerja sama yang konkret.
Ia berharap, kehadiran perwakilan INTOA dapat membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata dari Brunei Darussalam.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada kunjungan pengenalan destinasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan paket perjalanan wisata Jakarta yang siap dipasarkan kepada wisatawan Brunei Darussalam,” katanya.
Ketua Subkelompok Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Disparekraf DKI Jakarta, Ervienia Oryza mengatakan, keterlibatan media dan content creator menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas jangkauan promosi Jakarta di pasar internasional.
Ia berharap, pengalaman langsung yang diperoleh peserta dapat diterjemahkan menjadi konten dan publikasi yang informatif serta menarik bagi calon wisatawan.
“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan KBRI Bandar Seri Begawan untuk memastikan kegiatan ini memiliki tindak lanjut dalam memperkuat promosi pariwisata Jakarta di Brunei Darussalam,” ungkapnya.
Sebagai informasi, peserta diajak menjelajahi sejumlah destinasi unggulan di Kepulauan Seribu selama dua hari pelaksanaan, untuk mengenal lebih dekat keragaman daya tarik wisata bahari Jakarta. Perjalanan diawali dari Dermaga Sunda Kelapa menuju Pulau Bidadari, yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan suasana resor, tetapi juga menyimpan warisan sejarah.
Salah satunya adalah Benteng Martello, peninggalan kolonial Belanda yang menjadi saksi sejarah sistem pertahanan dan pengawasan laut Batavia pada masa itu. Keberadaan benteng ini memperlihatkan bahwa Kepulauan Seribu memiliki daya tarik wisata yang tidak hanya bertumpu pada keindahan bahari, tetapi juga kekayaan sejarah dan warisan budaya.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pulau Macan, salah satu destinasi wisata bahari Jakarta yang mengusung konsep eco-island. Melalui kunjungan ini, delegasi diperkenalkan pada pengembangan pariwisata berbasis ekowisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, pelestarian lingkungan, serta harmonisasi antara aktivitas wisata dan ekosistem alam.
Pulau Macan juga memberikan gambaran mengenai potensi pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi, tetapi juga mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pulau Sepa yang menjadi lokasi menginap bagi delegasi. Selama berada di pulau ini, peserta berkesempatan menikmati beragam fasilitas dan aktivitas rekreasi pantai, mulai dari kolam renang, lapangan mini soccer, hingga lapangan voli.
Pengalaman wisata bahari semakin lengkap melalui kegiatan snorkeling dan eksplorasi wisata pantai di Pulau Dolphin. Rangkaian kunjungan ini memberikan gambaran langsung kepada delegasi mengenai beragam potensi wisata bahari Kepulauan Seribu, mulai dari rekreasi pantai, aktivitas olahraga dan hiburan, eksplorasi pulau, hingga wisata berbasis alam.
Selain memperkenalkan potensi wisata bahari Kepulauan Seribu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan business meeting yang mempertemukan para travel agent/tour operator dari Brunei Darussalam dengan anggota IINTOA Jakarta, yang diwakili oleh Wisata Kreatif Jakarta dan OneAsia.
Pertemuan ini menjadi wadah untuk menjajaki peluang kerja sama serta membangun jejaring bisnis dalam rangka memperluas promosi dan pemasaran destinasi wisata Jakarta di pasar Brunei Darussalam.






