IndonesiaLineNews-Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan realisasi belanja daerah pada triwulan III hingga September 2026 sebesar Rp40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu anggaran Rp74,29 triliun.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku telah menginstruksikan seluruh jajarannya agar segera mempercepat penyelesaian kegiatan agar tidak menumpuk di akhir tahun.
Hal ini disampaikannya pada Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan III Tahun 2026 dengan tema “Menjaga Momentum Pertumbuhan: APBD Bekerja Serempak dan Berdampak”, di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10).
“Saya secara khusus telah meminta kepada perangkat daerah untuk segera menyelesaikan kegiatan sehingga tidak menumpuk di ujung tahun. Karena ini selalu menjadi tradisi baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, semuanya ditumpuk di ujung tahun, apakah November, Desember,” ujar Pramono.
Dalam paparan APBD 2026 yang ditetapkan sebesar Rp81,33 triliun, Pramono melaporkan realisasi pendapatan daerah sebesar Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun. Sebagian besar pendapatan daerah tersebut bersumber dari perpajakan.
Sementara realisasi penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp6,46 triliun atau 64,43 persen dari target Rp9,88 triliun dan realisasi pengeluaran pembiayaan Rp2,02 triliun atau 28,74 persen dari pagu Rp7,04 triliun.
Pramono menjelaskan, laporan capaian ini sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi terhadap realisasi APBD triwulan ketiga 2026.
Ia pun memastikan pemanfaatan APBD yang digunakan untuk memenuhi layanan dasar masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga pembangunan berbagai fasilitas umum.
“Saya meyakini keterbukaan ini menjadi hal yang menjadi semakin baik, kepercayaan publik juga meningkat, dan ini akan menjadi penopang utama untuk memudahkan pembangunan yang ada di Jakarta ini,” katanya.






