Warga Karet Tengsin Diapresiasi Olah Sampah Organik dengan Maggot

IndonesiaLineNews-Jakarta-Anggota DPRD DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina mengapresiasi program pengolahan sampah organik menggunakan maggot di RT 10/09, Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Program ini mampu mengolah hampir 30 kilogram sampah organik setiap pekan.

Menurut Elva, inisiatif yang dikelola Ketua RT 10/09, Yustian tersebut menjadi contoh pengelolaan sampah mandiri yang dapat diterapkan di lingkungan permukiman.

Fasilitas pengolahan sampah ini terdiri dari 20 biopon atau wadah budidaya maggot, satu alat pencacah sampah organik, dua kandang lalat Black Soldier Fly (BSF), serta sejumlah silinder biopori. Maggot yang dibudidayakan dimanfaatkan sebagai pakan ikan di kolam buatan sehingga hasilnya tidak menumpuk.

“Kunci kelancaran pengolahan sampah organik di tempat ini adalah keberadaan kolam ikan yang memanfaatkan hasil budi daya maggot,” ujar Elva, Jumat (9/10).

Meski demikian, Elva menyebut, warga masih membutuhkan alat pencacah sampah berkapasitas besar dan saringan untuk memisahkan pupuk hasil pengolahan maggot dari larvanya.

Ia juga mengapresiasi kesiapan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Tanah Abang untuk membantu menambah rak wadah budi daya maggot setelah menerima pengajuan dari warga.

Elva berharap, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mendukung inisiatif pengolahan sampah berbasis masyarakat di tengah persoalan penumpukan sampah akibat pembatasan penerimaan sampah organik di TPST Bantargebang.

“Inisiatif warga seperti ini perlu terus dikawal. Pemprov DKI harus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat agar mereka dapat mengolah sampah dari lingkungannya sendiri,” tandasnya.