DWP Mengajar Sosialisasikan Kanal Layanan Teman Cerita di SMA Al-Azhar 3

IndonesiaLineNews-Jakarta-Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan mengadakan kegiatan DWP Mengajar bertajuk “Jaga Anak Jaksel Aman, Sehat, Berliterasi dan Kanal Layanan Teman Cerita” di SMA Al-Azhar 3 Jakarta, Kebayoran Baru.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta didik dengan materi yang mendorong pemahaman mengenai perlindungan diri, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian menyampaikan persoalan dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.

Wakil Ketua I DWP Jakarta Selatan, Sri Mulyanti Firmanudin mengatakan, peserta didik perlu memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan perasaan dan memperoleh dukungan. 

Menurutnya, perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara DWP, pemerintah, dan pihak sekolah.

“Beranilah untuk bercerita, menyampaikan pendapat, dan meminta dukungan ketika membutuhkan bantuan. Kehadiran Kanal Layanan Teman Cerita menjadi salah satu bentuk dukungan agar kalian memiliki ruang yang aman untuk didengar, didampingi, dan mendapatkan bantuan yang tepat,” ujarnya, Rabu (30/9).

Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid menjelaskan, pihaknya bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) hingga saat ini telah menangani lebih dari 300 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Rizky menegaskan pentingnya keberanian untuk melapor agar setiap kasus kekerasan dapat segera ditindaklanjuti dan korban memperoleh pendampingan yang diperlukan.

“Kami mengajak pelajar berani melapor apabila melihat atau menjadi korban kekerasan. Jangan merasa harus menghadapi persoalan ini sendiri, karena laporan kalian menjadi langkah awal untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMA Al-Azhar 3 Jakarta, Isa Brata Kusuma menuturkan, kegiatan tersebut penting untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai perlindungan diri, kepedulian terhadap teman, serta keberanian menyampaikan persoalan.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena membantu peserta didik memahami bahwa mereka berhak merasa aman dan didengar. Kami berharap mereka semakin berani bercerita ketika menghadapi masalah serta lebih peduli terhadap teman yang membutuhkan bantuan,” tandasnya.