Basarnas kerahkan dua heli cari 68 korban KM Virgo yang masih hilang

IndonesiaLineNews-Banjarmasin – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan dua unit helikopter untuk memperkuat operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa.

Pengerahan dua helikopter tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya intensif tim SAR gabungan dalam menemukan korban yang masih dinyatakan hilang setelah kapal mengalami kecelakaan di perairan Masalembo.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, termasuk Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, serta instansi terkait lainnya. Selain menggunakan armada udara, tim SAR juga mengerahkan kapal-kapal penyelamat dan penyelam khusus untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi bangkai kapal.

Helikopter yang dikerahkan Basarnas, yakni HR-3601 dan HR-3604, memiliki peran penting dalam mendukung pemantauan wilayah pencarian serta mempercepat proses evakuasi korban dari lokasi kejadian menuju fasilitas penanganan medis.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, operasi SAR terus dioptimalkan dengan mengerahkan seluruh kemampuan personel dan peralatan yang tersedia.

Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) juga terus melakukan penyisiran terhadap bagian dalam badan kapal yang tenggelam. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang masih terjebak di dalam bangkai kapal.

Sementara itu, berdasarkan perkembangan operasi SAR pada 24 September 2026, Basarnas mencatat sebanyak 150 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes kapal. Rinciannya, 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia, sedangkan 93 orang lainnya masih dalam pencarian.

Dengan demikian, angka 68 korban yang masih hilang dalam judul perlu disesuaikan dengan perkembangan data terbaru tersebut.

KM Virgo Transport 8 sebelumnya mengalami kecelakaan saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak pada 13 September 2026 sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Basarnas memastikan operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel SAR yang bertugas di lapangan.