IndonesiaLineNews-Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka Parents Day 2026 sekaligus meninjau Kelas Profesi di SMP Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (10/9). Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Pramono memotivasi para siswa untuk mengenali potensi diri, menjaga integritas, bekerja keras, dan menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Parents Day 2026 mengusung tema From Their Stories to Our Dreams dan diikuti seluruh siswa kelas 7 dan 8. Program tahunan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengenali minat dan bakat melalui interaksi langsung, pengalaman, serta kisah sukses para orang tua murid.
“Parents Day 2026 merupakan wadah berharga bagi siswa untuk mengenali minat dan bakat melalui interaksi langsung serta berbagi pengalaman dan kisah sukses dari para orang tua. Saya berharap agenda ini dapat menginspirasi para siswa untuk terus mengasah talenta, berani berinovasi, menjaga integritas, dan memiliki profesi yang berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” ujar Gubernur Pramono.
Menurutnya, bekal pendidikan tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Ia menilai disiplin, kerja keras, integritas, dan keberanian menentukan cita-cita menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan.
SMP Labschool Kebayoran yang berdiri sejak 2001 tahun ini memasuki usia 25 tahun. Gubernur Pramono mengatakan sekolah tersebut telah berkontribusi dalam membentuk generasi muda dan menyiapkan lulusan yang mampu berkiprah di berbagai bidang.
“SMP Labschool Kebayoran ini merupakan salah satu sekolah terbaik yang dimiliki bangsa ini, dan saya menjadi saksi nyata keberhasilannya karena kedua anak saya turut dibentuk karakternya di sini. Tidak ada masa depan gemilang yang dapat diraih secara instan, sehingga seluruh bekal ilmu, karakter, dan fasilitas unggul yang diperoleh di sekolah ini harus dirawat sebaik-baiknya sebagai modal utama meraih cita-cita,” katanya.
Dalam sesi interaktif, Gubernur Pramono juga menyapa sejumlah siswa. Salah satunya Muhammad Karel Cahyadi, siswa kelas 8B, yang menyampaikan keinginan untuk melanjutkan kepemimpinan daerah sekaligus melestarikan budaya Betawi.
“Kita patut berbangga karena Jakarta kini memiliki payung hukum Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menegaskan kebudayaan Betawi sebagai budaya utama. Saya menyerahkan buku perjalanan hidup saya ini agar Karel dan anak-anakku sekalian semakin bersemangat bahwa melalui ketekunan, integritas, dan kerja keras yang sungguh-sungguh, anak dari latar belakang mana pun dapat mencapai pucuk kepemimpinan,” ungkapnya.
Gubernur Pramono menambahkan, profesi apa pun yang dipilih para siswa kelak harus memberi manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya doa dan restu orang tua dalam perjalanan meraih cita-cita.
“Selain bekerja keras dan disiplin, kunci paling utama dari segala keberhasilan di dunia ini adalah jangan pernah meninggalkan doa serta restu dari orang tua. Apapun profesi yang kalian pilih kelak, dedikasikan hal tersebut untuk kemaslahatan publik, sebagaimana Pemprov DKI Jakarta terus berbenah menghadirkan fasilitas inklusif seperti ruang terbuka hijau ramah disabilitas demi kenyamanan seluruh warga,” pesan Gubernur Pramono.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Sekolah (BPS) Labschool Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Dr. Totok Bintoro, M.Pd., mengatakan Labschool memadukan penguatan akademik dengan pembentukan karakter dan pengalaman belajar bersama praktisi maupun orang tua.
“Kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang senantiasa hadir menginspirasi calon-calon pemimpin masa depan di Labschool. Labschool memadukan keunggulan akademik, fondasi karakter yang kukuh, serta jiwa samapta dan patriotik melalui pembelajaran langsung bersama para praktisi dan orang tua,” kata Totok.
Menurut Totok, nilai “Dis-Jur-Ker-Bir” menjadi salah satu fondasi pembentukan karakter siswa, yakni disiplin, jujur, kerja keras, dan birrul walidain atau memuliakan orang tua.
“Untuk menuju tangga kesuksesan, anak-anakku sekalian harus memegang teguh empat prinsip, disiplin terhadap aturan Tuhan, negara, dan keluarga; menjunjung tinggi kejujuran; membiasakan kerja keras tanpa menyerah; serta senantiasa mengamalkan birrul walidain dengan memuliakan orang tua. Dengan bekal itu, insyaallah kalian akan siap melanjutkan estafet kepemimpinan nasional dan mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia,” pungkasnya.






