IndonesiaLineNews-Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/9). Kegiatan yang diikuti 1.045 peserta tersebut juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada pelaku penyelenggara ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), antara lain Lurah Peduli Trantibum, Satpol PP Sahabat Sekolah, anggota Satlinmas, serta Prabu Jakarta inspiratif.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono menekankan pentingnya peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, dan rasa aman masyarakat Jakarta.
“Kami mengapresiasi Satpol PP dan Satlinmas yang berperan penting dalam menjaga rasa aman di Jakarta. Ketertiban bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga memastikan warga bisa beraktivitas dan ekonomi terus bergerak dengan nyaman,” ujarnya.
Ia menilai pendekatan humanis yang semakin diterapkan Satpol PP menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya, ketegasan dalam menjalankan tugas harus berjalan seiring dengan komunikasi, dialog, empati, dan penghormatan kepada warga.
“Wajah Satpol PP Jakarta sekarang ini jauh lebih humanis. Dan itu terbukti di lapangan, termasuk kepercayaan publik kepada Satpol PP mengalami peningkatan yang signifikan,” tambah Gubernur Pramono.
Ia juga menyoroti penerapan gerakan 4S, yakni Senyum, Salam, Sapa, dan Santun, dalam pelaksanaan tugas Satpol PP. Ia berharap sikap tersebut terus dipertahankan tanpa mengurangi ketegasan dan kewibawaan dalam menjaga ketertiban.
Menurutnya, tantangan Jakarta semakin kompleks dan membutuhkan kesiapsiagaan. Mulai dari potensi kebakaran saat musim kemarau hingga kondisi darurat lainnya, jajaran Satpol PP harus mampu bergerak cepat dan melakukan mitigasi sejak awal.
Gubernur Pramono mencontohkan respons cepat Satpol PP ketika pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) di kawasan Sudirman-Thamrin dihentikan lebih awal akibat paparan debu vulkanik. Jajaran Satpol PP turut bergerak membagikan masker dan berkolaborasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan serta perangkat daerah lainnya.
Jakarta sebagai kota global membutuhkan aparatur yang profesional dan adaptif. Satpol PP dan Satlinmas harus terus memperkuat integritas, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta pemanfaatan teknologi dalam menjalankan tugas.
“Kalau Saudara-saudara bisa melewati ini dan kemudian wajahnya lebih humanis, tetap tegas, tetap tertib, tetap berwibawa, saya yakin wajah Jakarta akan total berubah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono mengajak seluruh jajaran terus memperkuat semangat “Jaga Jakarta” menuju Jakarta sebagai kota global yang aman, tertib, nyaman, dan humanis.
“Semangat Jaga Jakarta harus terus diperkuat menuju usia lima abad. Targetnya jelas, yakni Jakarta yang aman, tertib, nyaman, humanis, sekaligus mampu membangun kepercayaan warga, pelaku usaha, dan masyarakat internasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan rencana penyediaan markas komando (Mako) Satpol PP yang lebih representatif. Ia telah berdiskusi dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, untuk segera mempersiapkan perencanaannya.
“Kita akan meminta Kepala Satpol PP untuk merancang, mempersiapkan, dan merencanakan kantor yang lebih representatif. Walaupun dalam posisi efisiensi, tetap kita lakukan dengan jauh lebih efisien,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan penyelenggaraan Trantibumlinmas di Jakarta secara umum berjalan aman dan kondusif berkat sinergi seluruh jajaran hingga tingkat kelurahan serta keterlibatan masyarakat.
“Kami terus berbenah dan bertransformasi, salah satunya melalui gerakan 4S: Senyum, Salam, Sapa, dan Santun sebagai pedoman perilaku anggota dalam berinteraksi dengan masyarakat,” kata Satriadi.






