IndonesiaLineNews-Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2026 dilakukan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian. Hal ini untuk memastikan seluruh program yang direncanakan bisa berjalan dengan baik.
“APBD DKI Jakarta disusun dengan kehati-hatian, prudent. Dan saya sudah menyampaikan kepada jajaran TAPD yang melakukan pembahasan dengan DPRD DKI Jakarta, lebih baik kita mempunyai APBD yang prudent, yang hati-hati, tetapi bisa dijalankan,” ujar Pramono, Rabu (2/9).
Pramono tak ingin penyusunan postur anggaran terlihat besar, namun tidak bisa dijalankan dengan baik. Tak hanya dalam hal penyusunan APBD, prinsip kehati-hatian ini juga diterapkan dalam penyusunan pembiayaan kreatif yang dimanfaatkan untuk pembangunan Jakarta.
“Sehingga dengan demikian, saya yakin dengan APBD yang ada, pasti tidak akan mengurangi kualitas pembangunan yang ada di Jakarta,” kata dia.
Sekadar diketahui, total Rancangan Perubahan APBD 2026 sebesar Rp 79,59 triliun, turun sebesar 2,13 persen dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2026 sebesar Rp 81,32 triliun.
Untuk Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD 2026 direncanakan sebesar Rp 69,36 triliun atau turun sebesar 2,93 persen dibandingkan dengan APBD 2026 sebesar Rp 71,45 triliun.
Sedangkan, Belanja Daerah pada Perubahan APBD 2026 direncanakan sebesar Rp 75,08 triliun atau naik sebesar 1,08 persen, dibandingkan dengan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 74,28 triliun.






