IndonesiaLineNews-Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah mendistribusikan hampir 1.000 unit alat kesehatan (alkes) modern ke rumah sakit daerah sebagai bagian dari program modernisasi layanan kesehatan nasional.
“Pemerintah sekarang menjalankan program modernisasi layanan kesehatan nasional. Saat ini kita sudah membagi hampir 1.000 unit alat kesehatan modern. Kita sudah mulai distribusi ke semua rumah sakit daerah di 514 Kabupaten/Kota,” ujar Presiden Prabowo dalam peresmian RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung dipantau secara daring dari Jakarta, Rabu.
Menurut Prabowo, distribusi alat kesehatan modern bertujuan meningkatkan kemampuan rumah sakit daerah sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke kota besar.
Ia mencontohkan RSUD KH Muhammad Thohir yang telah dilengkapi berbagai peralatan medis modern dan akan terus mendapatkan peningkatan fasilitas secara bertahap.
Selain memperkuat fasilitas kesehatan, pemerintah juga terus memperluas pembangunan infrastruktur kesehatan di berbagai daerah.
Prabowo mengatakan pemerintah telah membangun 22 rumah sakit umum daerah (RSUD) pada 2025 dan kembali membangun 22 rumah sakit baru pada 2026.
“Kita sudah bangun 22 RSUD pada tahun 2025, dan tahun 2026 ini kita bangun 22 lagi. Saya katakan bahwa kita akan membangun dan memodernisasi 350 rumah sakit dalam tiga tahun yang akan datang,” ujarnya.
Menurut dia, pembangunan dan modernisasi rumah sakit merupakan bagian dari target pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara merata di seluruh Indonesia.
Presiden Prabowo menambahkan, program tersebut telah menunjukkan hasil awal yang positif. Sebanyak 20 rumah sakit pertama yang masuk dalam program modernisasi telah selesai dibangun dan kita mulai memberikan layanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan modernisasi layanan kesehatan menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas, terutama bagi masyarakat di daerah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan.






