In Memorian Almarhumah Kartina Binti Mangnyingarri Daeng Ngagi Ibu Permaisuri Dari Raja Bajeng Ke XIX

Innalilahi Wainnailaihi Rojiun

Dari berbagai testimoni yang awak media dapatkan dari berbagai tokoh masyarakat di sekitar limbung, mereka mengungkapkan bahwa almarhumah sangat baik banyak membantu masyarakat khususnya kaum ibu ibu yang akan menjalani persalinan atau lahiran karena almarhumah berprofesi sebagai seorang bidan rumah sakit yang lebih terkenal dengan nama Bidan Rohana,.

Hal ini dapat terlihat ketika almarhumah di rawat di RS Haji Makassar kurang lebih 12 hari,,,berbagai kelompok masyarakat baik dari daerah sekitar limbung, kelompok majelis taklim,ibu ibu yang pernah di bantu persalinannya oleh almarhumah, keluarga besar H Pattola Daeng Bali(Karaeng Limbung), keluarga besar Mangnyingarri, keluarga besar dari para anak menantu, tetangga,sahabat dan handai taulan mereka silih berganti pergi menjenguk almarhumah di rumah sakit.

Pemandangan yang sama nampak terlihat pada saat acara pelaksanaan jenazah,
pemakaman dan puncaknya pada saat ta’ziah di rumah duka jl.hasan daeng liung no 01 kel kale bajeng kec bajeng kab.gowa,
semua larut dalam suasana turut berdukacita atas berpulangnya ke rahmatul
lah almarhumah Kartina Mangnyingarri Daeng Ngagi atau bidan Rohana.

Adapun hikmah ta’ziah oleh ustadz Munawir,S Pdi,Lc, yang banyak mene
kankan pentingnya arti kesabaran dalam menghadapi cobaan kematian dan inilah janji Allah “wahai orang orang yang beriman, mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat sungguh Allah beserta orang orang yang bersabar”,QS Al Baqarah 2 : 153

Tak lupa ustadz juga memberikan beberapa testimoni tentang almarhumah apa itu dari penjual ikan, penjual sayur dan beberapa pedagang yang menjadi langganan dari almarhumah yakni kalau ada kembalian uang dari pembelian tersebut spontan di
sampaikan “Kiallemi Daeng”,atau punna Nia rambutan kicini angngallemaki”ini salah satu di antara banyak akhlak baik yang sering dilakukan oleh almarhumah

Mewakili keluarga Suaib Pattola,S Pd,M Pd,
Menekankan dan menyampaikan kepada semua keluarga, tetangga,sahabat dan handai taulan terimakasih atas bantuan dan perhatiannya selama ini, baik pada saat almarhumah di rawat di rumah sakit, pelaksanaan jenazah, pemakaman dan puncaknya pada acara ta’ziah pada malam hari ini serta permohonan maaf jikalau almarhumah pernah melakukan kesalahan dan kekhilafan tabe “Ki pammopporangi”.

Almarhumah meninggalkan suami tercinta yakni Drs Abd Kahar Pattola Daeng Siala Karaeng Loe Ri Bajeng II Raja Bajeng ke XIX,,5 orang anak(2 putra dan 3 putri),5 anak mantu serta 8 orang cucu, adapun awak media sudah mengenal almarhumah sejak lembaga adat kerajaan Bajeng(LAKB),
mulai di rintis sampai resmi di kukuhkan oleh 37 Anrong Tau pada hari Sabtu tanggal 09 Desember 2023,di Coring limbung (rumah almarhumah) menjadi sekretariat,
Ungkap Ahmad Baso Karaeng Tenreng
Sekretaris umum LAKB

“Barang siapa yang mati (ada penyakit) dalam perut maka ia mati syahid”(HR MUSLIM)
Menurut Imam An Nawawi, orang yang meninggal karena tenggelam, melahirkan atau yang lainnya di Ganjar Pahala Syahid

@Ahmadtenreng