IndonesiaLineNews-Gowa,Sulsel-Bungung Barania limbung, selasa 13/08/2024 Refleksi 79 tahun kemerdekaan republik indonesia selalu di peringati setiap tahunnya dengan berbagai macam kegiatan tergantung tradisi dan kebiasaan setiap daerah dalam memperingati dan merayakannya.

A’dingin Dinging berarti menenangkan hati dan pikiran seraya berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT, “karena hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”,dengan satu tujuan agar nikmat kemerdekaan yang sudah di depan mata segera kita raih dan nikmati, peristiwa ini di awali dengan menyerahnya tentara jepang kepada tentara sekutu yang di dalamnya ada tentara belanda.

Dalam laporan ketua panitia pelaksana Ahmad baso karaeng tenreng,menyam
paikan bahwa kegiatan ini adalah sebuah ikhtiar sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan setinggi tingginya kepada para leluhur kita di mulai oleh Syekh Abd Rahman I Baso daeng Pabeta Karaeng Loe Ri Bajeng sebagai peletak dasar pemerintahan(Kerajaan)sekaligus penyebar islam di sulsel serta menjadikan islam sebagai agama kerajaan
demikian pula setelah pasca agresi militer Belanda pada tahun 1905, muncul beberapa tokoh berpengaruh seperti Tarawe daeng Limpo Batang Banoa Mataallo , I Tolok daeng Magassing(pimpinan Pagorra patampuloa) serta beberapa tahun kemudian muncul lagi dua bersaudara Nuhung daeng Bani dan Pattola daeng Bali(pendiri Laskar Gerakan Pemuda Bajeng)
Tak lupa juga saya sampaikan terima kasih atas segala bantuan dari semua pihak serta permohonan maaf atas segala kekurangan dalam pelaksanaan A’dinging Dinging ini, semoga ikhtiar yang kita lakukan mendapatkan ganjaran pahala di sisi Allah SWT, Aamiin, ungkap ketua panitia…
Drs Abd Kahar Pattola daeng siala Karaeng Loe II Raja Bajeng ke XIX, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur tak terhingga atas segala nikmat dari Allah SWT,salam dan taslim senantiasa tercurah keharibaan junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat sahabatnya serta terkhusus ummat pengikutnya sampai akhir zaman
Ada dua peristiwa yang di sampaikan dalam sambutannya, rangkaian awal peristiwa pengibaran bendera merah putih yang bersanding dengan bendera jole jolea di depan balla lompoa limbung bajeng tetapi di awali dengan A’dingin dinging di bungung pada tanggal 13/08/1945,…dan tokoh utamanya adalah Nuhung daeng Bani dan Pattola daeng Bali Pimpinan Laskar Gerakan Pemuda Bajeng
Kedua, awal mula pembuatan bungung Barania suatu waktu karaeng Loe Ri Bajeng bersama pengikutnya daeng Sitaba, Tanrassang bodo dan Bangkasi Caddi Caddi melakukan perjalanan di sekitar romang bajeng namun pada saat itu perbekalan air minum habis dan mereka merasa sangat kehausan ,kemudian Karaeng Loe ri Bajeng mendapat ilham dari Allah SWT maka di tancapkanlah tongkatnya dan atas pertolongan Allah SWT memancarlah air dari dalam tanah,peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1504 M, ungkap raja Bajeng
Ketua PPM Gowa Abd Rasyid Coa menyampaikan bahwa dalam momentum politik pilgub sulsel dan pilbup pilwali serentak, kita harus hati hati dalam memilih pemimpin periksa trade recordnya, bagaimana kepeduliannya kepada para anak cucu pejuang kemerdekaan, siapa tau merekalah turunan yang menghabisi para pejuang di kabupaten gowa, ungkap ketua PPM Gowa
Bachtiar Adnan Kusuma, S.sos,MM penulis buku nasional dalam “orasi literasi budayanya”, menyampaikan perlunya literasi baik itu literasi baca, literasi tulis dan literasi tapak sejarah dan hal ini sangat kontras dengan pencapaian pemkab gowa dalam hal indeks minat baca tulis dan literasi menempati peringkat terendah di sulawesi selatan
Olehnya itu sangat di harapkan semua keturunan Anrong Tau(pemangku adat) para keturunan anak pejuang dan seluruh generasi muda harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam kesempatan tersebut BAK menyerahkan 3 buku kepada Raja Bajeng,sebagai bukti bahwa dirinya konsen dan sangat serius membangun budaya literasi di Indonesia khususx di eks kerajaan Bajeng,ungkap BAK
Kalau kita mau sukses dunia harus dengan ilmu,kalau kita mau sukses di akhirat harus dengan ilmu, kalau kita mau sukses keduanya harus dengan ilmu (Ali Bin Abi Thalib RA)






