Salah satu penjual bunga tabur, Anggi (21) mengatakan, menjelang Ramadan omzet penjualan meningkat drastis dibandingkan hari-hari bisa.
“Usai Nisfu Syahban akhir Februari 2024 kemarin, mulai banyak datang. Selain berdoa mereka juga menjalankan tradisi menaburkan bunga di makam,” ujarnya, Sabtu (9/3).
Anggi menjelaskan, selain menjual bunga tabur, dirinya juga menjualnya beberapa bunga lainnya, seperti Melati, Mawar, Aster, Sedap Malam hingga Pikok. Bunga-bunga tersebut dibandrol dengan harga berkisar Rp 15 ribu sampai 100 ribu.
“Alhamdulillah omzet meningkat, dari per hari sekitar Rp 700 ribu bisa mencapai Rp 7 juta,” terangnya.
Penjual bunga lainnya di kawasan TPU Jeruk Purut, Lendi (53) menuturkan, peziarah biasa banyak ke makam Jepang Ramadan dan setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Kalau menjelang Ramadan, H-4 saja pasti sudah ramai jauh dibandingkan hari biasanya,” ungkapnya.
Menurutnya, saat menjelang Ramadan keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp 2 juta dari penjualan bunga tabur saja.
“Alhamdulillah rezeki menjelang Ramadan. Mudah-mudahan setelah Hari Raya Idul Fitri akan ramai kembali,” tandasnya.






