{"id":9164,"date":"2023-09-03T08:46:42","date_gmt":"2023-09-03T08:46:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=9164"},"modified":"2023-09-03T08:46:42","modified_gmt":"2023-09-03T08:46:42","slug":"cegah-karhutla-di-kalbar-kapolri-tekankan-sinergisitas-antar-elemen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=9164","title":{"rendered":"Cegah Karhutla di Kalbar, Kapolri Tekankan Sinergisitas Antar-Elemen"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Kalbar, \u2013 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan dialog interaktif terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (2\/9\/2023). Dialog ini dihadiri oleh TNI, Polri, Pemda, BPBD, BMKG, Basarnas dan relawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam dialog ini, Kapolri mendengarkan langsung laporan dari berbagai pihak soal karhutla yang terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Barat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kapolri bertanya butuh waktu berapa lama untuk memadamkan hotspot karhutla baik dalam skala besar maupun menengah. Dari penjelasan yang ada, proses pemadaman tergantung dengan jarak dari lokasi titik api.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, mantan Kabareskrim Polri ini mendapatkan informasi bahwa rata-rata lahan perkebunan atau lahan bebas yang dekat dengan titik hotspot dikelola masyarakat atau perorangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Terkait laporan tersebut, Sigit menyampaikan bahwa sumber air adalah hal yang utama dalam menghadapi karhutla. Dalam situasi yang mendekati El Nino, maka ia meminta jajaran TNI, Polri, Pemda, BPBD, Basarnas, BMKG dan relawan memastikan ketersediaan sumber air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDisampaikan ada pembuatan embung saya kira bagus, karena memang, tidak bisa berbuat apa-apa tanpa adanya sumber air,\u201d ujar Sigit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kerja sama antar stakeholder selama ini, kata Sigit, agar terus dipertahankan. Sebab menurutnya dalam penanganan karhutla diperlukan soliditas dan sinergisitas yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMudah-mudahan kita lampaui situasi yang ada dan wilayah rekan-rekan bisa teratasi karena hotspot bisa dikendalikan dengan kerja sama dan dari kesiapan sumber air yang ada. Tentunya bantuan dari pusat apabila ada titik-titik untuk dimodifikasi cuaca bisa dilakukan, agar segera ada hujan karena memang itu tentunya air cepat bisa kembali menggenang dan sumber air cukup,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam kesempatan ini, ia juga meminta semua pihak agar wilayah Kubu Raya jika terjadi karhutla segera ditindaklanjuti. Sebab, daerah tersebut dekat dengan Bandara. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu penerbangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Mantan Kapolda Banten ini juga meminta semua pihak mengutamakan pencegahan karhutla. Jikalaupun sudah terjadi kebakaran, ia meminta semua peralatan atau sarana prasarana dipersiapkan dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cApabila tidak bisa diatasi oleh wilayah, apakah dengan gunakan dana hibah CSR (untuk peralatan), atau bisa dilaporkan ke pusat sehingga kita bisa buat perencanaan yang baik,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, semua pihak juga diminta melakukan evaluasi terkait karhutla yang memang menjadi momok dari tahun ke tahun. Hal ini diperlukan agar jika nantinya menghadapi El Nino, semuanya selalu siap mengantisipasi agar tidak terjadi karhutla.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSaat ini sedang dilakukan penelitian saya kira memang dari tahun ke tahun kita harus terus melakukan evaluasi karhutla. Jangan lagi menjadi momok, sehingga itu semua bisa kita lakukan. Apabila kita lakukan evaluasi dan perencanaan dan terus kita lakukan perbaikan-perbaikan, sehingga apakah itu El Nino ataupun lainnya kita semua selalu siap,\u201d ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Terkait dengan pencegahan, ia meminta semua pihak agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik secara langsung maupun media sosial dengan mengedepankan 3 pilar Kamtibmas yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKapolda juga menerbitkan maklumat tentang larangan pembakaran hutan dan lahan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Adapun langkah preventif yang bisa dilakukan yakni dengan mendirikan posko terpadu yang dekat dengan titik rawan karhutla. Selain itu, melaksanakan apel gelar pasukan dan peralatan penanganan karhutla.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSemua stakeholder rutin melakukan patroli baik di darat maupun udara,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Langkah lainnya adalah dengan membuat embung atau kanal yang dekat dengan titik rawan karhutla. Pemadaman api secara konvensional maupun water boombing juga bisa dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cManfaatkan teknologi modifikasi cuara (TMC) untuk penanganan karhutla,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Kalbar, \u2013 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan dialog interaktif terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (2\/9\/2023). Dialog ini dihadiri<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9165,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,64,47,73,41],"tags":[],"class_list":["post-9164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-kalbar","category-kepolisisan","category-komunikasi","category-nasional"],"views":161,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9164"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9164\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9166,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9164\/revisions\/9166"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}