{"id":9108,"date":"2023-08-31T07:05:26","date_gmt":"2023-08-31T07:05:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=9108"},"modified":"2023-08-31T07:05:26","modified_gmt":"2023-08-31T07:05:26","slug":"100-warga-kepulauan-seribu-ikuti-bimtek-pengelolaan-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=9108","title":{"rendered":"100 Warga Kepulauan Seribu Ikuti Bimtek Pengelolaan Sampah"},"content":{"rendered":"<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu menggelar \u00a0Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sampah di Grand Cemara Hotel, Menteng, Jakarta Pusat.<\/span><\/div>\n<div>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kegiatan bimtek ini diikuti 100 peserta dari perwakilan bank sampah yang tersebar di enam kelurahan Kepulauan Seribu.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Seksi Teknis Ahli Bidang Peran serta Masyarakat Suku Dinas LH Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih mengatakan, kegiatan ini digelar selama dua hari, dadi 31 Agustus hingga 1 September.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tujuan diadakannya bimtek sendiri untuk <\/span><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">menambah wawasan dan pengetahuan para peserta agar lebih memahami permasalahan sampah dan cara mengelolanya di wilayah masing-masing.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Di hari pertama, peserta dibekali materi tentang upaya penanganan dan pengelolaan sampah. Pada hari kedua, kita ajak peserta\u00a0<i>study tour<\/i>\u00a0ke TPST Bantargebang, Bekasi,&#8221; terang Riza, Kamis (31\/8).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Riza menjelaskan, dalam kegiatan ini terdapat delapan materi yang diberikan kepada para peserta. Antara lain pengenalan jenis sampah \u00a0dan peta jalan pengelolaan sampah, berkreasi dengan limbah.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemudian cara memanfaatkan minyak jelantah, pentingnya jejaring sosial dalam membangun kemandirian bank sampah dan lainnya. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kita harap materi yang diberikan dapat diimplementasikan\u00a0di wilayah masing-masing. Sehingga sampah yang tadinya dianggap masalah bisa menjadi berkah,&#8221; ungkap Riza.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia juga mengharapkan, peran bank sampah di Kepulauan Seribu dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang. Mengingat, di TPST Bantargebang saat ini telah terisi 39 juta ton atau 80 persen dari kapasitas.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Penanggulangan sampah ini tidak lepas dari peran warga. Maka dari itu, kehadiran bank sampah sangatlah penting,&#8221; tuturnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sumiati (37), Pengelola Bank Sampah Pari Bersih Berseri mengaku senang dapat mengikuti bimtek dan diajak\u00a0<i>study tour<\/i>\u00a0ke TPST Bantargebang.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kami juga sangat senang bisa berkumpul dengan perwakilan bank sampah dari pulau lainnya,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu menggelar \u00a0Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sampah di Grand Cemara Hotel, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan bimtek ini diikuti 100 peserta<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9109,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,45,73,41,48,44],"tags":[],"class_list":["post-9108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-jakarta","category-komunikasi","category-nasional","category-pemerintahan","category-sosial"],"views":234,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9108"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9108\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9110,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9108\/revisions\/9110"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}