{"id":9099,"date":"2023-08-30T08:26:07","date_gmt":"2023-08-30T08:26:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=9099"},"modified":"2023-08-30T08:26:07","modified_gmt":"2023-08-30T08:26:07","slug":"asisten-ii-sekda-guru-berkualitas-adalah-aset-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=9099","title":{"rendered":"Asisten II Sekda: Guru Berkualitas adalah Aset Aceh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Banda Aceh &#8211; Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi lokomotif utama bagi pembangunan pendidikan di Provinsi Aceh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Bersama lima kampus lainnya di Aceh, USK melaksanakan rapat koordinasi (rakor) Pelaksanaan Pendidikan Guru (PPG) se-Aceh tahun 2023, yang berlangsung di Hotel Oasis, Banda Aceh, Selasa (29\/8\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ketua panitia pelaksana rakor, Syamsulrizal mengatakan, rakor ini diharapkan bisa menghimpun informasi akurat terkait PPG, sehingga menghasilkan persepsi yang sama dalam sinergitas, untuk kebijakan setiap stakeholder terkait, dalam rangka percepatan sertifikasi guru di Aceh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kiranya rakor ini menjadi solusi terhadap masalah pendidikan di masing-masing kab\/kota di Aceh, dengan menentukan pola dan konsep. Sebab, menurut data yang ada, tahun 2025 ada 4700 orang guru pensiun di Aceh,&#8221; ungkap Dekan FKIP USK itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sejauh ini, USK bersama pihak terkait, seperti Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) telah melatih seribu orang guru, melalui jalur pra jabatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menyebutkan, rakor tersebut diikuti lebih kurang 90 peserta, yang terdiri dari rektor atau yang mewakili dari enam kampus; USK, UIN Ar-Raniry, Unima, Unsam, Unimus, dan UBBG. Diikuti para dekan penyelenggara PPG. Kemudian ada SKPA terkait.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Maka dari itu, melalui rakor ini, kiranya dapat mengoptimalisasi lulusan PPG yang ada, untuk memenuhi kebutuhan guru di Aceh,&#8221; ucap Syamsulrizal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Senada dengan itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan menyatakan bahwa USK telah menyiapkan sejumlah langkah. Bekerjasama dengan BPSDM Aceh, USK dengan calon guru melaksanakan Pra PPG.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Dengan dukungan Dirjen GTK, misal memberikan kuota yang lebih banyak, Aceh siap melaksanakan PPG secara mandiri. Ini langkah antisipasi bersama, untuk mengatasi kondisi guru di Aceh,&#8221; tutur Rektor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lebih jauh, Prof Marwan menerangkan, di luar masalah mutu, salah satu persoalan yang belum terpecahkan di Aceh terkait dengan pemetaan guru. Masih adanya ketimpangan guru antara wilayah kota dengan pedesaan, ditambah lagi belum terpenuhinya guru bidang secara maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Untuk itu, sinergisitas semua pihak, dari level paling tinggi hingga ke akar rumput, menjadi modal berarti dalam menyiapkan para guru yang mantap secara kuantitas, hebat secara kualitas,&#8221; ajar Prof Marwan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Asisten II Sekda Aceh, Ir. Mawardi yang hadir mewakili Pj Gubernur Aceh menyampaikan, persoalan kekurangan guru bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi tantangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;PPG tidak hanya solusi bagi kekurangan guru, tapi harapan bagi masa depan pendidikan Aceh. Guru berkualitas adalah aset Aceh, yang mampu membangun karakter dan mental generasi Aceh,&#8221; sebut Mawardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selama ini, Pra PPG dan PPG dalam Jabatan dinilai telah terbukti mampu menciptakan guru muda yang semangat dalam mengabdi, yang tidak hanya mengajar, tapi cakap dalam membangun karakter bangsa menjadi warga negara yang produktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;PPG menjadi solusi yang sangat strategis dalam merancang guru yang kompeten. Dengan bekal teoritis, dan praktik yang komprehensif. Lulusan PPG juga mampu menjadi guru inspiratif,&#8221; jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd angkat salut atas keseriusan Aceh bersama USK dan sejumlah kampus di sana, mengadakan rakor PPG yang langsung dihadiri para bupati dan walikota se-Aceh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, Aceh telah menunjukkan keseriusan dalam tata kelola pendidikan. Meskipun infrastruktur dan kesejahteraan pendidikan di beberapa wilayah di Aceh perlu diperhatikan lebih.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Banda Aceh &#8211; Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi lokomotif utama bagi pembangunan pendidikan di Provinsi Aceh. Bersama lima kampus lainnya di Aceh, USK melaksanakan rapat<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9100,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,73,41,53,48,38],"tags":[],"class_list":["post-9099","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-komunikasi","category-nasional","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"views":171,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9099","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9099"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9099\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9101,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9099\/revisions\/9101"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}