{"id":8917,"date":"2023-08-15T22:40:28","date_gmt":"2023-08-15T22:40:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8917"},"modified":"2023-08-15T22:40:28","modified_gmt":"2023-08-15T22:40:28","slug":"pemicu-bentrok-warga-dago-elos-bandung-dengan-polisi-karena-penolakan-laporan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8917","title":{"rendered":"Pemicu Bentrok Warga Dago Elos Bandung Dengan Polisi Karena Penolakan Laporan Warga"},"content":{"rendered":"<div>\n<div class=\"separator\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">-Bandung-Bentrokan antara warga Dago Elos dan aparat kepolisian terjadi di ruas Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (14\/8\/2023) malam. Bermula dari upaya warga melapor persoalan hukum ke Polrestabes Bandung.<\/span><\/div>\n<\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Warga Dago Elos tengah bersengketa terkait lahan dengan keluarga Muller.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"separator\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjHt1aNqdsVlzcCEWcV6wKFHYnoz2cOvJjepoFcrPr8Eng0K0K80wSqsqCK2nIRXeOydRcDXHvP1BRiOJh6feWoiOrIQ3ZqZ8z-wPk46Tr3YIawp-aIWY_dgJw3aW44GCBeTCIdaZ3UuSZAn7IekTXVskeHaa4nwRk_-FC2NN0RJ0A9bWlNf_CV5PdIgF8\/s480\/b9UtvcZjMR.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjHt1aNqdsVlzcCEWcV6wKFHYnoz2cOvJjepoFcrPr8Eng0K0K80wSqsqCK2nIRXeOydRcDXHvP1BRiOJh6feWoiOrIQ3ZqZ8z-wPk46Tr3YIawp-aIWY_dgJw3aW44GCBeTCIdaZ3UuSZAn7IekTXVskeHaa4nwRk_-FC2NN0RJ0A9bWlNf_CV5PdIgF8\/s320\/b9UtvcZjMR.jpg\" width=\"320\" height=\"240\" border=\"0\" data-original-height=\"360\" data-original-width=\"480\" \/><\/a><\/div>\n<\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Warga menggugat mereka ke pengadilan, hingga akhirnya dimenangkan oleh ketiga orang yang mengeklaim keturunan atau ahli waris dari pemilik tanah. Kuasa hukum warga Dago Elos, Wisnu Pratama, mengatakan, pada Senin (14\/8\/2023), warga mendatangi Polrestabes Bandung untuk melaporkan tiga orang.<\/span><\/p>\n<div class=\"separator\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhlDzUCR5iW3pFPbAgSrEwOzb-zY9XlJrNUP7HQZn-_Q8vPamrLxYz-mHHgJrRE5WaI0pzcUyX-xQO1LhX_WuyJVxy9tTiUiPRuWsFA4jjwQXepPP8N6KKV9GutoWgnRFSjGUo6yaFDcPRFZGb9ylRjwdffQrNUIFkdtNsOn1hfDebbMzucFxq80rEj26U\/s1280\/716d920d01939a3c21af875331eb91aa.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhlDzUCR5iW3pFPbAgSrEwOzb-zY9XlJrNUP7HQZn-_Q8vPamrLxYz-mHHgJrRE5WaI0pzcUyX-xQO1LhX_WuyJVxy9tTiUiPRuWsFA4jjwQXepPP8N6KKV9GutoWgnRFSjGUo6yaFDcPRFZGb9ylRjwdffQrNUIFkdtNsOn1hfDebbMzucFxq80rEj26U\/s320\/716d920d01939a3c21af875331eb91aa.jpg\" width=\"320\" height=\"240\" border=\"0\" data-original-height=\"960\" data-original-width=\"1280\" \/><\/a><\/div>\n<\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPukul 09.00 WIB, warga Dago Elos ke Polrestabes Bandung untuk melaporkan dugaan tindak pidana,\u201d kata Wisnu, saat konferensi pers di Lapangan RW 02 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa (15\/8\/2023).<\/span><\/p>\n<div class=\"separator\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjRQVBuLTBk9uR7U5SdOOvQXiCCSGjIkAXrDDQ1WAfBVTnuRSbIH5v7rKSdROlXpBzzJm9coZ2dK3Gpf96zUPiIhKmzZgEquy31usa0wZv5WZWSzqOw_LIEnF1QfRtFy0LofIir7pYEHeobHHarKJJfzlmWlXU1d-xGHhiKn2ERfRjmiVrl_5ypu9yaJCs\/s666\/Screenshot_20230816-052135_Chrome.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjRQVBuLTBk9uR7U5SdOOvQXiCCSGjIkAXrDDQ1WAfBVTnuRSbIH5v7rKSdROlXpBzzJm9coZ2dK3Gpf96zUPiIhKmzZgEquy31usa0wZv5WZWSzqOw_LIEnF1QfRtFy0LofIir7pYEHeobHHarKJJfzlmWlXU1d-xGHhiKn2ERfRjmiVrl_5ypu9yaJCs\/s320\/Screenshot_20230816-052135_Chrome.jpg\" width=\"320\" height=\"188\" border=\"0\" data-original-height=\"391\" data-original-width=\"666\" \/><\/a><\/div>\n<\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sekitar pukul 12.00 WIB, Wisnu menjelaskan, warga diterima Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Bandung AKBP Agah Sonjaya dan stafnya. Warga bersama kuasa hukum menjelaskan tentang perkara yang akan dilaporkan dan melampirkan barang bukti.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Warga menjelaskan duduk perkara dan bukti lengkap. Kemudian minta agar dibuatkan berita acara penyelidikan. Tetapi Kasatreskrim membuat berita acara wawancara,\u201d kata Wisnu.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selanjutnya, menurut Wisnu, Kasatreskrim melakukan rapat dan pada pukul 19.30 WIB menyatakan tidak menerima laporan, dengan alasan pelapor tidak memiliki sertifikat tanah.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ketika hendak keluar dari gerbang markas Polrestabes, kata Wisnu, salah seorang warga diduga mengalami intimidasi kekerasan verbal. Bahkan, diduga ada yang terkena pukulan.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pemblokiran jalan dan gas air mata<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Wisnu mengatakan, para warga kembali ke Dago Elos dengan kecewa. Warga kemudian memblokir jalan agar laporan bisa diterima kepolisian. Sekitar pukul 22.00 WIB, kata dia, dilakukan negosiasi dengan pihak kepolisian dan laporan warga disebut akan diterima. Warga diminta membuka jalan secara bertahap.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Namun, menurut Wisnu, tiba-tiba ada tembakan gas air mata dari aparat kepolisian yang menggunakan motor di ruas Jalan Dago, tepat di belakang barisan warga. Bentrokan pun terjadi. Aparat kepolisian mengerahkan water cannon untuk membubarkan warga.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Wisnu mengatakan, warga berusaha membela diri. Namun, aparat kepolisian tetap merangsek melakukan tindakan represif, bahkan sampai ke pemukiman. \u201cAparat kepolisian berulang kali melempar gas air mata hingga masuk ke halaman rumah, berdampak ke balita, mendobrak rumah warga, dan sweeping,\u201d kata Wisnu.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Salah seorang warga, Handika (33 tahun), yang tengah berkumpul bersama keluarga pada Senin malam, mengaku tiba-tiba kedatangan polisi yang membuka paksa pintu rumahnya sambil mengumpat.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dia pikir orang atau massa di Terminal Dago itu sebagian ada yang ngumpet di dalam rumah ini. Dia memaksa buat buka, \u2018woi buka, berengsek\u2019, dengan nada kasar. \u2018Yang bukan warga asli keluar\u2019,\u201d kata Handika, menirukan oknum polisi yang mendatangi rumahnya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Handika mengatakan, anaknya sempat ketakutan saat oknum polisi itu datang. \u201cKalau lihat bahasa polisi kemungkinan dia lagi cari massa yang berkumpul. Soalnya dari CCTV itu suaranya, \u2018wah, di sini ada banyak sepatu nih\u2019, kemungkinan pada ngumpet di sini,\u201d ungkapnya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><b><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penjelasan polisi<\/span><\/b><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Polrestabes (Kapolrestabes) Bandung Kombes Pol Budi Sartono menyebut ada sejumlah oknum warga yang melakukan provokasi dan bertindak anarkistis dengan melempar batu kepada polisi yang berjaga. Disebut ada anggota kepolisian yang terluka.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cAda sekelompok masyarakat memprovokasi, anarkistis melempar batu, botol, kepada petugas, sehingga ada chaos. Kami, dari Polrestabes Bandung, mengamankan dengan pendorongan pada masyarakat yang melakukan anarkistis tersebut,\u201d kata Kapolrestabes di Markas Polrestabes Bandung, Selasa (15\/8\/2023).<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Kapolrestabes, ada tujuh orang yang diamankan. Ia menyebut beberapa orang bukan warga setempat. \u201cKita amankan pelaku tujuh orang yang anarkistis, dan empat orang ini sudah terbukti bukan warga daerah tersebut. Jadi, yang melakukan anarkistis bukan dari sana. Empat orang, dibuktikan dengan alat bukti dipegang, mereka ini kelompoknya bukan dari warga tersebut,\u201d kata dia.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kapolrestabes membenarkan soal tembakan gas air mata. Menurut dia, tembakan gas air mata dilakukan sejumlah personel Polda Jawa Barat (Jabar). Ia mengeklaim tembakan gas air mata itu diarahkan ke jalan raya untuk membuka pemblokiran.<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Bandung-Bentrokan antara warga Dago Elos dan aparat kepolisian terjadi di ruas Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (14\/8\/2023) malam. Bermula dari<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8918,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[68,34,63,47,41,51,52],"tags":[],"class_list":["post-8917","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","category-hukum","category-jabar","category-kepolisisan","category-nasional","category-peristiwa","category-sorotan"],"views":409,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8917","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8917"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8917\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8920,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8917\/revisions\/8920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8917"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8917"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8917"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}