{"id":8879,"date":"2023-08-11T15:10:59","date_gmt":"2023-08-11T15:10:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8879"},"modified":"2023-08-11T15:10:59","modified_gmt":"2023-08-11T15:10:59","slug":"revitalisasi-taman-gudang-peluru-dipastikan-tingkatkan-kualitas-rth-dan-tetap-menjaga-fungsi-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8879","title":{"rendered":"Revitalisasi Taman Gudang Peluru Dipastikan Tingkatkan Kualitas RTH dan Tetap Menjaga Fungsi Sosial"},"content":{"rendered":"<div class=\"text-muted font-italic\"><span style=\"font-family: verdana;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Sebagai upaya meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta akan merevitalisasi sejumlah taman, termasuk Taman Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan.<\/span><\/div>\n<div class=\"news-content\">\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Kepala Distamhut DKI Jakarta Bayu Meghantara memastikan, selain untuk meningkatkan kualitas RTH, revitalisasi yang akan dilakukan juga tetap menjaga fungsi sosial dari taman tersebut sebagai ruang interaksi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Sebelum revitalisasi dimulai, lanjut Bayu, pihaknya juga mempertimbangkan beberapa aspek teknis dan aspirasi warga setempat. Ia pun memastikan, TK Gudang Peluru yang ramai diperbincangkan belakangan ini, hanya direlokasi sementara selama revitalisasi taman berlangsung.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">\u201dTerkait dengan keberadaan TK Gudang Peluru, tidak benar jika TK tersebut digusur. TK akan direlokasi sementara sampai dengan penataan Taman Gudang Peluru selesai dilaksanakan. Kami sudah memberikan beberapa lokasi alternatif untuk relokasi sementara, salah satunya di SDN 07 Kebon Baru,\u201d ujarnya, dalam Siaran Pers Pemprov DKI Jakarta, Jumat (11\/8).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Bayu juga memaparkan, rencana revitalisasi Taman Gudang Peluru ini sudah didahului dengan proses Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi bersama sejumlah pihak, yaitu perwakilan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Suku Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jakarta Selatan, Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Jakarta Selatan, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, Kelurahan Kebon Baru, pengurus Yayasan TK Gudang Peluru, warga Gudang Peluru, KPAI, dan Ombudsman RI.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">\u201dUsulan perbaikan taman tersebut sudah disampaikan dari tahun 2019 saat rembuk RW berlangsung. Namun, perbaikan dilakukan secara bertahap. Dari beberapa kali FGD dan rapat koordinasi, warga turut memberikan masukan atas desain revitalisasi taman, di antaranya menambah ruang edukasi, fasilitas toilet, dan ruang penyimpanan,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Peningkatan kualitas RTH juga sebagai upaya mengoptimalkan fungsi RTH itu sendiri, yakni sebagai konservasi air, menciptakan kenyamanan termal (keseimbangan antara suhu tubuh manusia dan sekitarnya), meningkatkan daya dukung lahan, dan menjaga keseimbangan ekosistem.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Selain itu, RTH juga berfungsi sebagai mitigasi bencana, estetika kota, meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan fisik, serta psikologis warga kota.<\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Sebagai upaya meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta akan merevitalisasi sejumlah taman, termasuk Taman Gudang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8880,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45,73,41,53,48],"tags":[],"class_list":["post-8879","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jakarta","category-komunikasi","category-nasional","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":474,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8879"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8879\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8881,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8879\/revisions\/8881"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8880"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}