{"id":8351,"date":"2023-06-24T08:15:40","date_gmt":"2023-06-24T08:15:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8351"},"modified":"2023-06-24T08:15:40","modified_gmt":"2023-06-24T08:15:40","slug":"atasi-lgbt-gubernur-syamsuar-paling-penting-adalah-kekompakan-seluruh-stakeholder","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8351","title":{"rendered":"Atasi LGBT, Gubernur Syamsuar: Paling Penting Adalah Kekompakan Seluruh Stakeholder"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru-<\/b>&#8211; Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar memberi tanggapan soal isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang lagi gempar dan mendesak agar Pemerintah Provinsi membuat Peraturan Daerah (Perda) Penolakan LGBT di Riau.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut orang nomor satu di Riau ini, Perda itu bisa dibuat, yang paling penting adalah kekompakan semua stakeholder dan seluruh warga yang ada di Bumi Melayu Lancang Kuning.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;LGBT ini adalah penyakit yang harus kita tindaklanjuti secara bersama, tak bisa hanya dengan Perda saja namun harus ada komitmen orang tua, anak, seluruh lembaga,&#8221; kata Syamsuar saat diwawancarai di Pekanbaru, Jumat (23\/6\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Jadi tak hanya Lembaga Adat Melayu (LAM) saja tapi tokoh adat, agama dan masyarakat. Kami mengharapkan dukungan ini paling penting,&#8221; imbuhnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan bahwa tahun lalu dirinya telah mengkampanyekan bahaya LGBT, namun tidak ada tanggapan dan perhatian dan dianggap biasa-biasa saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Saya selaku pemimpin jauh hari sudah mengingatkan,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Mantan bupati Siak dua periode ini menyampaikan bahwa LGBT merupakan perbuatan maksiat dan penyakit jadi harus dibawa ke agama supaya beriman dan bertakwa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Masalah ini harus kita selesaikan secara bersama, karna adanya Perda pun belum tentu menyelesaikan masalah,&#8221; pungkasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebelumnya, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mengeluarkan Warkah terkait LGBT. Warkah tersebut berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat antara Majelis Kerapatan Adat (MKA) dan Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam musyawarah tersebut seluruh ahli majelis sepakat LAMR menetapkan Warkah LGBT, yang disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat Riau yang jauh maupun dekat, baik di laut maupun di darat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam warkah tersebut, LAMR berpandangan bahwa LGBT perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. LGBT sebagai perbuatan yang dimurkai Allah dan mendekatkan pada kebinasaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam adat Melayu yang bersendikan syarak dan syarak bersendikan kitabullah, jika perilaku LGBT menyimpang dari ketentuan agama, maka tentunya menyimpang pula dalam ketentuan adat resam Melayu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Perilaku LGBT ini berpengaruh buruk terhadap kehidupan masyarakat dan generasi muda. LAMR menilai perlu membentengi moral generasi muda. Ini sebagaimana termaktub dalam Gurindam Duabelas Raja Ali Haji, &#8220;Kepada anak janganlah lalai, supaya dapat naik ke tengah balai<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru-&#8211; Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar memberi tanggapan soal isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang lagi gempar dan mendesak agar Pemerintah Provinsi membuat Peraturan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8352,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,37,73,41,48,52,44],"tags":[],"class_list":["post-8351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-kesehatan","category-komunikasi","category-nasional","category-pemerintahan","category-sorotan","category-sosial"],"views":167,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8351"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8353,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8351\/revisions\/8353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}