{"id":8259,"date":"2023-06-18T12:21:18","date_gmt":"2023-06-18T12:21:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8259"},"modified":"2023-06-18T12:21:18","modified_gmt":"2023-06-18T12:21:18","slug":"batik-marunda-luncurkan-produk-turunan-bernama-narabe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8259","title":{"rendered":"Batik Marunda Luncurkan Produk Turunan Bernama Narabe"},"content":{"rendered":"<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Perajin Batik Marunda meluncurkan jenama Narabe di Alun-alun Indonesia, Mall Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (17\/6).<\/span><\/div>\n<div>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Narabe yang merupakan akronim dari Rusunawa Rawa Bebek ini merupakan produk\u00a0<i>second line<\/i>\u00a0(produk turunan) dari Batik Marunda dan juga merupakan hasil karya dari pemberdayaan para perajin di Rusunawa Rawa Bebek.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pembina Batik Marunda, Irma Sinurat mengatakan, Narabe hadir dengan harga terjangkau dan menyasar anak-anak muda.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cIni adalah pemberdayaan Ibu-ibu Rusunawa Rawa Bebek yang sudah kami lakukan tujuh tahun lalu yang kemudian sudah berkembang menjadi Batik Marunda. Putri saya mendorong saya untuk mengembangkan batik yang lebih terjangkau secara harga dan pasar,\u201d ujar Irma.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Irma menjelaskan, produk Narabe saat ini fokus pada busana\u00a0<i>ready to wear<\/i>, baju kasual maupun formal, termasuk aksesori. Harga yang ditawarkan berkisar dari Rp 350.000 sampai Rp 1 juta.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cUntuk celana belum, karena kita masih fokus untuk atasan,\u201d ucap Irma.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dia menyampaikan, Batik Marunda akan bekerja sama dengan Dekranasda DKI Jakarta dan Alun-alun Indonesia untuk memasarkan produk-produk Narabe.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKita kerja sama dengan Alun-alun Indonesia, mereka memberikan tempat dan fasilitas untuk kita mengadakan\u00a0<i>launching<\/i>. Nanti kami mengalami proses kurasi dulu untuk bisa masuk ke Alun-alun Indonesia,\u201d urai Irma.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Irma berharap, hadirnya Narabe merupakan apresiasi atas karya para perajin Batik Marunda serta memberikan semangat kepada para perajin Jakarta untuk terus berkarya menggapai sukses Jakarta untuk Indonesia.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKami juga\u00a0<i>fair<\/i>\u00a0ekonomi, jadi nanti mereka kita kasih modal kain kemudian mereka yang mencanting nanti saya nanya ini berapa untuk upah yang kalian minta. Kita warga Jakarta, masa kita tidak balikin lagi ke warga Jakarta. Kalau orang Jakarta pakailah batik motif Jakarta,\u201d urai Irma.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pengelola Narabe, Giggsy menilai, harga batik tulis tergolong mahal karena proses pembuatannya yang memakan waktu lama dan butuh keahlian. Menurutnya, batik bukan hanya untuk kalangan orang tua, tapi dapat dikenakan anak-anak muda apabila dikemas dengan motif dan model yang sesuai selera.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMungkin untuk seumuran aku 20 tahun ke atas suka lebih prefer baju yang casual dan murah. Bagaimana caranya tetap bisa pakai batik tapi masuk ke selera anak muda dan harga terjangkau. Maka kita cetuskan dan\u00a0<i>launching<\/i>\u00a0Narabe,\u201d kata Giggsy.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Giggsy menambahkan, dengan hadirnya Narabe masyarakat sadar bahwa batik diperjuangkan oleh para pendahulu bahkan dinobatkan sebagai Warisan Budaya Takbenda di UNESCO, terlebih sekarang menjadi budaya lebih lagi masyarakat Betawi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKe depannya batik itu bukan cuma menjadi pakaian yang formal tapi bisa juga dipakai untuk ketemu teman-teman atau mungkin beribadah juga bisa. Tidak cuma untuk orang tua, tapi sebenernya seumuran kita anak muda bisa pakai batik,\u201d tandas Giggsy.<\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Perajin Batik Marunda meluncurkan jenama Narabe di Alun-alun Indonesia, Mall Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (17\/6). Narabe yang merupakan akronim dari Rusunawa Rawa<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8260,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45,73,41,48,40],"tags":[],"class_list":["post-8259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jakarta","category-komunikasi","category-nasional","category-pemerintahan","category-seni-budaya"],"views":142,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8259"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8259\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8261,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8259\/revisions\/8261"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}