{"id":8197,"date":"2023-06-13T06:37:44","date_gmt":"2023-06-13T06:37:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8197"},"modified":"2023-06-13T06:37:44","modified_gmt":"2023-06-13T06:37:44","slug":"tk-pertiwi-setda-aceh-siap-sukseskan-gerakan-transisi-paud-ke-sd-yang-menyenangkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8197","title":{"rendered":"TK Pertiwi Setda Aceh Siap Sukseskan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Banda Aceh\u2013 Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, sekaligus Ketua Yayasan TK Pertiwi Setda Aceh, Mellani Subarni, menyatakan siap menyukseskan kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI melalui \u201cGerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hal itu disampaikan istri dari Sekretaris Daerah Aceh itu dalam acara perpisahan dan pertunjukan kreativitas siswa\/i Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi Setda Aceh, yang dilaksanakan di Taman Budaya Banda Aceh, Senin (12\/5\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Gerakan ini merupakan komitmen bersama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini se-Indonesia yang dilaksanakan oleh Kemendikbud RI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKurikulum merdeka belajar, adalah kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik,\u201d terang Mellani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menerangkan, penerapan kurikulum Merdeka Belajar dilakukan agar anak tidak mudah jenuh dalam belajar, sehingga mereka bisa menerima dan menyerap ilmu yang disampaikan dari guru dengan bahagia tanpa tertekan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, ia juga menerangkan, untuk mewujudkan proses transisi PAUD ke Sekolah Dasar (SD) yang menyenangkan ini setiap lembaga atau satuan pendidikan perlu melakukan tiga hal, yakni;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pertama, lembaga atau satuan pendidikan harus menghilangkan tes calistung atau baca tulis dan menghitung dari proses penerimaan peserta didik baru pada pendidikan dasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kedua, menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama. Di sini orang tua akan ikut mendampingi anak pada 2 minggu pertama saat masa perkenalan SD.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ketiga, menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak yang dibangun secara berlanjut dari PAUD hingga kelas dua pada pendidikan dasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cJadi pembelajaran di kelas satu dan kelas dua SD mengadopsi pembelajaran di TK menggunakan cara-cara belajar yang menyenangkan. Dengan begitu, anak yang akan masuk SD tidak akan berpikir mereka akan menghadapi sesuatu hal baru dalam belajar hingga mereka kelas 2,\u201d ujar Mellani.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Banda Aceh\u2013 Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, sekaligus Ketua Yayasan TK Pertiwi Setda Aceh, Mellani Subarni, menyatakan siap menyukseskan kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8198,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,41,48,38],"tags":[],"class_list":["post-8197","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-nasional","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"views":368,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8197"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8199,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8197\/revisions\/8199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}