{"id":8064,"date":"2023-05-31T10:52:30","date_gmt":"2023-05-31T10:52:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8064"},"modified":"2023-05-31T10:52:30","modified_gmt":"2023-05-31T10:52:30","slug":"pj-bupati-aceh-besar-ttg-memotivasi-kita-mewujudkan-kemandirian-gampong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=8064","title":{"rendered":"Pj Bupati Aceh Besar: TTG Memotivasi Kita Mewujudkan Kemandirian Gampong"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jantho \u2013 Perhelatan Gelar Teknologi Tepat Guna akan memotivasi semua pihak untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat gampong melalui berbagai inovasi yang berbasis kearifan lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto dalam sambutannya, pada Pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna XXIV Provinsi Aceh Tahun 2023 di Jantho Sport City, Selasa (30\/5\/2023) malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKita semua tentu optimis, pelaksanaan Gelar Teknologi Tepat Guna ini mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi di pedesaan. Apalagi, acara Gelar Teknologi Tepat Guna ini mengedepankan teknologi berbasis sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat gampong. Sehingga melalui kegiatan ini tentunya dapat mencari dan menemukan alat teknologi guna menunjang ekonomi masyarakat, meningkatkan ketahanan pangan dan dapat bermanfaat guna penurunan angka stunting,\u201d kata Iswanto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Iswanto meyakini, optimalisasi pemanfaatan Alat TTG yang dihasilkan para inventor mampu memberi nilai tambah dan meningkatkan produktivitas dan menciptakan usaha produktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cJika dimanfaatkan secara optimal, peran Teknologi Tepat Guna tentu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memberikan nilai tambah produk, perbaikan mutu dan membantu dalam mewujudkan usaha produktif yang efisien di tengah-tengah masyarakat,\u201d kata Iswanto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekda Aceh Mawardi, saat membacakan sambutan Penjabat Gubernur Aceh mengungkapkan, saat ini masyarakat Aceh semakin memahami pentingnya pengembangan Teknologi Tepat Guna dalam aktivitas sehari-hari. Ini terlihat dari peningkatan partisipan pada setiap event Gelar Teknologi Tepat Guna diselenggarakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKecenderungan partisipasi masyarakat kita dalam pengembangan alat Teknologi Tepat Guna, semakin meningkat di Aceh. Tahun 2023 ini, sebanyak 17 Kabupaten\/Kota telah berpartisipasi dengan jumlah alat TTG yang diperlombakan mencapai 49 alat, yang terdiri dari kategori Inovasi TTG dan juga TTG unggulan,\u201d ujar Mawardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cAda peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan Tahun 2022 lalu, yang hanya diikuti oleh 15 Kabupaten\/Kota, dengan jumlah alat yang diperlombakan hanya sebanyak 29 alat TTG dan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna terbaik\/berprestasi sebanyak 14 Posyantek,\u201d imbuh Mawardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Oleh karena itu, sambung Mawardi, Pemerintah Aceh sangat menyambut baik kegiatan ini karena mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat, bahwa Teknologi Tepat Guna merupakan suatu kebutuhan dan juga merupakan salah satu faktor pendorong perubahan, baik perubahan di bidang ekonomi maupun sosial budaya di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPemanfaatan Teknologi Tepat Guna secara optimal dengan memperhatikan potensi yang dimiliki oleh masyarakat akan dapat meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi dan memberikan nilai tambah bagi kegiatan ekonomi produktif masyarakat,\u201d kata Mawardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam sambutannya, Mawardi juga mendorong pembentukan sebuah lembaga yang menampung dan mengelola serta memasyarakatkan Alat TTG yang telah diciptakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPemerintah Aceh mendorong agar semua ide-ide kreatif dari masyarakat tersebut dapat di-inventarisasi dengan optimal di Lembaga Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek),\u201d lanjut Mawardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sehubungan dengan hal tersebut, pada tahun 2022 lalu, Pemerintah Aceh telah menetapkan 10 Kabupaten\/Kota sebagai lokasi Posyantek pilot project, untuk melakukan pembinaan selama 3 tahun, terhitung mulai 2023 hingga 2025, baik dalam bentuk peningkatan kapasitas pengurus Posyantek maupun pemberian alat workshop Posyantek sesuai dengan potensi yang dimiliki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan Alat TTG, sejak tahun 2021 Pemerintah Aceh telah melakukan perlindungan Alat TTG yang diciptakan oleh para inventor melalui Fasilitasi Hak Paten Alat TTG, dan fasilitasi akses pemasaran Alat TTG yang telah diperlombakan baik tingkat kabupaten\/kota, provinsi maupun nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cUntuk itu, kami sangat mengharapkan komitmen dan keseriusan kita semua agar Alat-alat TTG yang ada dalam wilayah kabupaten\/kota segera di-inventarisasi dan disampaikan kepada Pemerintah Aceh untuk dilakukan fasilitasi pemasaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku,\u201d imbau Mawardi<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jantho \u2013 Perhelatan Gelar Teknologi Tepat Guna akan memotivasi semua pihak untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat gampong melalui berbagai inovasi yang berbasis kearifan lokal.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8065,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,50,41,53,48,44],"tags":[],"class_list":["post-8064","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-lingungan","category-nasional","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-sosial"],"views":154,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8064"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8066,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8064\/revisions\/8066"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}