{"id":7839,"date":"2023-05-12T05:43:36","date_gmt":"2023-05-12T05:43:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7839"},"modified":"2023-05-12T05:43:36","modified_gmt":"2023-05-12T05:43:36","slug":"pekan-daerah-harus-bermanfaat-bagi-petani-dan-nelayan-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7839","title":{"rendered":"Pekan Daerah Harus Bermanfaat bagi Petani dan Nelayan Aceh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Jamtho-Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, Kamis (11\/5\/2023), membuka Pekan Daerah (Peda) Petani dan Nelayan. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh itu dipusatkan di Saree, Aceh Besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam pembukaan yang dihadiri Kepala Badan Pengembagan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Pusat, Prof Dr Dedi Nursyamsi, Pengurus KTNA Aceh, Pengurus KTNA kabupaten\/kota, anggota KTNA,\u00a0 Pengurus Perhimpunan Petani Aceh, Kepala Distanbun kabupaten\/kota dan Kepala SKPA itu, Pj Gubernur mengatakan bahwa Peda bukan hanya untuk persiapan Pekan nasional (Penas) KTNA di Sumatra Barat pada 10 Juni 2023, tapi diharapkan bisa\u00a0 menciptakan usaha hilirisasi dan memberikan manfaat bagi petani dan nelayan membangun usaha dari hulu hingga hilir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPembangunan usaha hilirisasi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dari hulu hingga hilir, lebih diperlukan\u00a0 petani dan nelayan di Aceh untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah dan\u00a0 kesejahteraan hidup petani dan nelayan,\u201d kata Achmad Marzuki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dikatakan, usaha hilirisasi berupa item produk, baik makanan ataupun minuman yang dipasarkan secara lokal, nasianal bahkan ekspor. Ia mencontohkan kegiatan usaha pengembangan tanaman kopi di Gayo. Dimana berbagai jenis tanaman kopi, baik itu arabika maupun robusta sudah ditanam di berbgai daerah. \u201cBiji kopi lebih banyak diekspor dari pada diproduksi di daerah atau dalam negeri,\u201d tutur Pj Gubernur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Begitu juga dengan pengembangan tanaman kakao. Biji kako\u00a0 lebih banyak dijual ke luar Aceh. Memang sudah ada usaha pengolahan biji kakao di Aceh, tapi jumlahnya masih sangat terbatas. Achmad Marzuki berharap, melalui Peda Petani dan Nelayan Aceh yang berlangsung tiga hari, Kamis-Sabtu (11-13\/5\/2023), antara petani dan nelayan di Aceh saling bertukar informasi, pengetahuan, hasil inovasi dan kreativitas dalam pengolahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. \u201cJika itu bisa terlaksana, Peda tahun ini memberikan manfaat kepada petani dan nelayan, serta masyarakat Aceh,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Usai membuka Peda Petani dan Nelayan, Pj Gubernur Aceh didampingi Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah, Kadis Peternakan Aceh, Zalsufran, Kadis Pangan Aceh, Surya Rayendra, Kadis Perikanan Aceh, Aliman, Kadis Pengairan Aceh, Ade Surya, Ketua Panitia Peda 2023, Mukhlis, dan sejumlah pejabat lainnya, meninjau lokasi pameran dan panen kacang tanah bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">KadistanbunAceh, Cut Huzaimah mengatakan, saran dan usul yang disamapikan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, akan menjadi perhatian pihaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cHal ini agar usaha hilirisasi sektor usaha pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan di Aceh bisa tumbuh dan berkembang di kemudian hari,\u201d pungkas Cut Huzaimah<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jamtho-Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, Kamis (11\/5\/2023), membuka Pekan Daerah (Peda) Petani dan Nelayan. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh itu dipusatkan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7840,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,29,41,53,48],"tags":[],"class_list":["post-7839","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-ekonomi","category-nasional","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":271,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7839"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7839\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7841,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7839\/revisions\/7841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}