{"id":7595,"date":"2023-04-04T08:11:39","date_gmt":"2023-04-04T08:11:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7595"},"modified":"2023-04-04T08:11:39","modified_gmt":"2023-04-04T08:11:39","slug":"silaturahmi-dengan-pendidik-agama-wali-kota-eri-cahyadi-minta-mereka-cetak-anak-anak-yang-akhlakul-karimah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7595","title":{"rendered":"SILATURAHMI DENGAN PENDIDIK AGAMA, WALI KOTA ERI CAHYADI MINTA MEREKA CETAK ANAK-ANAK YANG AKHLAKUL KARIMAH"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Surabaya-Momentum Bulan Suci Ramadan 1444 H menjadi langkah baik bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk terus menciptakan anak-anak yang mengerti dan memahami agama, serta kitab sucinya. Karenanya, para tenaga pendidik keagamaan diminta melakukan pendekatan kepada anak-anak.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebab, Pemkot Surabaya tengah fokus memperkuat ketahanan keluarga. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan mental anak setelah kegiatan pembelajaran daring pasca pandemi Covid-19 lalu. Maka pemkot terus menciptakan ruang interaksi sebagai upaya mengantisipasi kenakalan remaja, salah satunya adalah Sinau dan Ngaji Bareng di setiap Balai RW.\u00a0<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hal ini diungkapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat bersilaturahmi bersama tenaga pendidik keagamaan dalam acara Kurma (Kumpul Akrab), yang berlangsung di Convention Hall, Senin (3\/4\/2023). Pada kegiatan kali ini, diikuti oleh 1.945 tenaga pengajar keagamaan yang berasal dari Kecamatan Bubutan, Genteng, Kenjeran, Simokerto, dan Tegalsari.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSaya minta tolong kepada njenengan (anda) semua untuk menciptakan anak-anak yang mengerti agamanya. Jadikan anak-anak yang memiliki akhlakul karimah yang bisa membedakan mana yang baik dan benar. Kalau sudah dilandasi agama, kita tidak akan menyakiti lainnya, jadi bisa saling membantu,\u201d kata Wali Kota Eri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, anak-anak di Kota Surabaya tidak boleh hanya sekedar menghafal, tetapi juga harus mengerti arti dan makna dari kitab suci. \u201cSehingga diharapkan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dimana kegiatan sosial ini dalam kegiatan sehari-hari harus saling bergotong-royong, karena Surabaya adalah kota toleransi,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tak hanya itu saja, Pemkot Surabaya juga memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik keagamaan melalui bantuan operasional yang sebelumnya di tahun 2022 mendapatkan bantuan operasional senilai Rp 500 ribu, pada tahun 2023 akan dinaikkan menjadi Rp 600 ribu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSetiap bulannya untuk agama apapun. Mereka yang kita berikan apresiasi ini mengajar di Balai RW untuk Sinau dan Ngaji Bareng, jadi dari setiap perwakilan semua agama,\u201d pungkasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Surabaya-Momentum Bulan Suci Ramadan 1444 H menjadi langkah baik bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk terus menciptakan anak-anak yang mengerti dan memahami agama, serta kitab<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7596,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[58,73,41,53,48,43,54],"tags":[],"class_list":["post-7595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jawa-timur","category-komunikasi","category-nasional","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-religi","category-surabaya"],"views":175,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7595"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7597,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7595\/revisions\/7597"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7596"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}