{"id":7592,"date":"2023-04-03T15:16:52","date_gmt":"2023-04-03T15:16:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7592"},"modified":"2023-04-03T15:16:52","modified_gmt":"2023-04-03T15:16:52","slug":"bedah-buku-37-masalah-populer-uas-sebut-mahasiswa-beruntung-punya-gubernur-seperti-edy-rahmayadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7592","title":{"rendered":"Bedah Buku 37 Masalah Populer, UAS Sebut Mahasiswa Beruntung Punya Gubernur Seperti Edy Rahmayadi"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Medan-Mahasiswa di Sumatera Utara (Sumut) beruntung memiliki gubernur yang mudah ditemui menurut Ustaz Abdul Somad (UAS). Sehingga mahasiswa bisa mengutarakan langsung keinginannya dan mendapatkan kemudahan dalam berkegiatan.<\/p>\n<p>Hal ini diutarakan UAS saat kegiatan Konser Dakwah dan Bedah Buku \u201837 Masalah Populer\u2019 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Minggu (2\/4). Pada saat itu, dia bercerita tentang kisahnya yang sulit memasukkan proposal saat menjadi mahasiswa Al-Azhar Mesir.<\/p>\n<p>\u201cKalau saya lihat kalian saat ini, saya sedih, karena saya dan teman-teman dulu susahnya minta ampun. Dulu waktu saya mahasiswa membawa proposal lebih banyak ditolak, sulit sekali. Sekarang, kalian mudah bertemu Gubernur, difasilitasi, bahkan dibiayai Pak Gubernur buku yang kalian pegang itu,\u201d kata UAS.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sumutprov.go.id\/content\/userfiles\/IMG3\/MARET\/BUKU3.jpg\" alt=\"\" \/><\/p>\n<p>Ada sekitar 1.300 mahasiswa yang hadir pada bedah buku 37 Masalah Populer ini, dari berbagai universitas antara lain USU, UMSU, UNPAB, UMA, UISU dan universitas lainnya. Melalui kemudahan dan fasilitas mahasiswa saat ini, UAS berpesan agar mahasiswa bisa membawa Sumut ke arah yang lebih baik.<\/p>\n<p>\u201cKalian tolonglah agama ini, kalian tingkatkan kesejahteraan masyarakat saat kalian menjadi pemimpin nantinya, karena kalianlah nanti yang memimpin Sumut ini, Indonesia,\u201d kata UAS.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, sudah kewajiban seorang pemimpin memberikan fasilitas yang cukup kepada generasi muda. Dengan begitu, generasi muda saat akan memberikan fasilitas yang lebih baik lagi untuk generasi setelahnya, sehingga Sumut terus semakin baik.<\/p>\n<p>\u201cMemfasilitasi kalian kewajiban kami saat ini, tetapi kalian harus lebih baik dari kami-kami ini, yang sekarang sudah tua, jadi anak-cucu kami nantinya lebih sejahtera dibanding saat ini,\u201d kata Edy Rahmayadi.<\/p>\n<p>Edy Rahmayadi juga berpesan kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan memiliki cita-cita membangun Sumut. Bukan malah meninggalkan Sumut, ketika sudah mendapatkan posisi yang lebih baik.<\/p>\n<p>\u201cBelajar, dan ilmu kalian itu harus kalian gunakan untuk membangun Sumatera Utara, jangan malah tidak peduli dengan provinsi kita ini,\u201d kata Edy Rahmayadi.<\/p>\n<p>Ketua Panitia Nico Aryanda juga mengamini mudahnya bertemu dengan Edy Rahmayadi. Salah satu strategi yang dilakukan Ketua Ikatan Mahasiswa Bahasa Arab USU ini dengan Salat Subuh di Masjid Gubernur Sumut di Jalan Urip Nomor 41, Medan.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira sulit, ternyata tidak, cukup Salat Subuh di masjid Rumah Dinas, setelah itu kita berbincang dan ketika maksud kita baik, tujuannya baik beliau langsung merespons,\u201d kata Nico Aryanda.<\/p>\n<p>Hadir pada acara bedah buku \u201837 Masalah Populer\u2019 ini antara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas S Sitorus, Kepala Bapedalitbang Hasmirizal Lubis dan Kabiro Adpim Ahmad Rasyid Ritonga. Hadir juga berbagai tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga tokoh pemuda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Medan-Mahasiswa di Sumatera Utara (Sumut) beruntung memiliki gubernur yang mudah ditemui menurut Ustaz Abdul Somad (UAS). Sehingga mahasiswa bisa mengutarakan langsung keinginannya dan mendapatkan kemudahan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7593,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,53,48,38,44,60],"tags":[],"class_list":["post-7592","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-pendidikan","category-sosial","category-sumut"],"views":188,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7592","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7592"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7592\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7594,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7592\/revisions\/7594"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7592"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7592"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7592"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}