{"id":7580,"date":"2023-04-02T13:57:48","date_gmt":"2023-04-02T13:57:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7580"},"modified":"2023-04-02T13:57:48","modified_gmt":"2023-04-02T13:57:48","slug":"kue-barongko-menu-wajib-berbuka-puasa-warga-pulau-sebira","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7580","title":{"rendered":"Kue Barongko, Menu Wajib Berbuka Puasa Warga Pulau Sebira"},"content":{"rendered":"<div><span style=\"font-family: verdana;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Berkunjung ke Pulau Sebira, Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu rasanya tidak lengkap jika belum mencicipi kue barongko.<\/span><\/div>\n<div>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Kue khas suku Bugis, Sulawesi Selatan tersebut sudah menjadi menu spesial warga Pulau Sebira saat berbuka puasa.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Sebab, makanan yang dibungkus dengan daun pisang ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">&#8220;Kue barongko tetap menjadi menu wajib berbuka puasa bagi warga Pulau Sebira,&#8221; kata Hartuti (67), tokoh masyarakat Pulau Sebira, Minggu (2\/4).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Menurut Hartuti, pembuatan kue barongko sangat mudah. Warga cukup mengambil pisang untuk diolah sedemikian rupa, lalu dihaluskan bersama bahan lain seperti telur, gula, garam dan santan. Setelah seluruh adonan tersebut menyatu, baru dikukus dan dibungkus menggunakan daun pisang.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">&#8220;Membuat kue ini tidak membutuhkan waktu lama, tapi perlu ketelitian biar hasil yang didapat sangat memuaskan. Satu sisir pisang bisa menjadi 15 bungkus,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Ia mengungkapkan, selama ini warga Pulau Sebira sudah sangat mahir membuat kue barongko karena sebagian besar dari mereka berdarah bugis.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Kue ini hanya bisa ditemukan di waktu-waktu tertentu seperti saat Ramadan, pesta warga dan jamuan spesial tamu yang berkunjung ke Pulau Sebira.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">&#8220;Kue ini semakin nikmat jika dimasukkan ke dalam mesin pendingin. Selain bertambah enaknya, juga dapat membuat kue jadi awet dan tahan dalam beberapa hari,&#8221; ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Hartuti menambahkan, kue barongko khas Pulau Sebira masih menjadi unggulan hingga kini. Bahkan tak jarang kue ini kerap dipesan warga dari pulau-pulau lainnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">&#8220;Harga satu bungkus kue ini dikenakan Rp 5-7 ribu, menyesuaikan dengan ketersediaan pisang,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Berkunjung ke Pulau Sebira, Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu rasanya tidak lengkap jika belum mencicipi kue barongko. Kue khas suku Bugis, Sulawesi Selatan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7581,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45,41,43,40,44],"tags":[],"class_list":["post-7580","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jakarta","category-nasional","category-religi","category-seni-budaya","category-sosial"],"views":314,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7580"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7580\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7582,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7580\/revisions\/7582"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}