{"id":7440,"date":"2023-03-18T10:54:36","date_gmt":"2023-03-18T10:54:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7440"},"modified":"2023-03-18T10:54:36","modified_gmt":"2023-03-18T10:54:36","slug":"realisasi-p3dn-tembus-rp38-t-pemkot-surabaya-raih-penghargaan-tertinggi-kedua-nasional-dari-kemenperin-ri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7440","title":{"rendered":"REALISASI P3DN TEMBUS RP3,8 T, PEMKOT SURABAYA RAIH PENGHARGAAN TERTINGGI KEDUA NASIONAL DARI KEMENPERIN RI"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Surabaya menerima penghargaan sebagai Juara Kedua Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) atas optimalisasi program P3DN, di Jakarta, Rabu (15\/3\/2023) kemarin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Sebagai kota terbesar kedua se-Indonesia yang telah melaksanakan program P3DN, Pemkot Surabaya berkomitmen membelanjakan triliunan APBD untuk produk lokal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bahkan, belanja APBD Kota Surabaya untuk sektor usaha mikro dan kecil (UMK) dan produk dalam negeri (PDN) tercatat sebagai yang terbesar se-Indonesia dibandingkan semua kota di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Adapun capaian P3DN Pemkot Surabaya tahun anggaran 2022 tembus di angka Rp3,8 triliun. Bahkan, pada tahun 2023, pemkot mengalokasikan anggaran APBD senilai Rp3 triliun pada sektor UMKM.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u201cPemkot Surabaya fokus mengalokasikan belanja APBD untuk produk dalam negeri (PDN) dan UMKM. Bahkan, sesuai dengan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang\/Jasa Pemerintah (LKPP), belanja produk lokal dan UMKM dari APBD Surabaya termasuk tertinggi di Indonesia,\u201d kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Jumat (17\/3\/2023).<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Wali Kota Eri mengaku optimalisasi belanja untuk UMKM dan PDN ini sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, bahwa APBD harus didedikasikan untuk rakyat, serta untuk menstimulan ekonomi rakyat.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u201cKarena ini semua kan uang dari rakyat. Maka Pemkot Surabaya akan terus mengoptimalkan belanja untuk UMKM dan produk dalam negeri. Ini soal keberpihakan ke ekonomi rakyat. APBD jangan lagi hanya dinikmati pabrikan-pabrikan besar,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejumlah inovasi Pemkot Surabaya dalam mendorong pelibatan UMKM, serta meningkatkan produk dalam negeri, diantaranya adalah produksi paving yang melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Harapannya, dengan dukungan APBD untuk produksi dalam negeri dan UMKM semakin memperkuat ekonomi masyarakat Kota Surabaya.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u201cYang kemudian dibeli Pemkot Surabaya melalui APBD untuk pembangunan di kampung-kampung. Demikian pula seragam gratis untuk belajar, diproduksi oleh penjahit di kampung-kampung yang kemudian dibeli pemkot dan masih banyak lagi,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Selain itu, melalui instrumen belanja APBD, pemberdayaan UMKM juga dilakukan melalui program Rumah Padat Karya yang tersebar di berbagai kelurahan di Surabaya. Aset-aset Pemkot Surabaya yang menganggur disulap menjadi\u00a0<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u201cRumah Padat Karya untuk memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). \u201cAda untuk kafe, barbershop, laundry, cuci motor, produksi kue, destinasi wisata, lahan pertanian-perikanan, dan sebagainya. Program ini telah menyerap ribuan warga MBR,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><span style=\"font-family: verdana;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Oleh sebab itu, Wali Kota Eri memastikan APBD Surabaya didedikasikan untuk produk dalam negeri. \u201cPokoknya kita pilih produk dengan komponen dalam negeri yang besar. Jangan sampai APBD justru untuk beli barang impor, kecuali memang yang belum bisa produksi di dalam negeri. Kalau ada kepala dinas yang masih suka beli produk impor, padahal ada produksi dalam negerinya, akan langsung saya copot,\u201d pungkasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Surabaya menerima penghargaan sebagai Juara Kedua Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) atas optimalisasi program P3DN, di Jakarta,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7441,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,58,41,48],"tags":[],"class_list":["post-7440","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-jawa-timur","category-nasional","category-pemerintahan"],"views":192,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7440"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7440\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7442,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7440\/revisions\/7442"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}