{"id":7259,"date":"2023-02-28T14:22:55","date_gmt":"2023-02-28T14:22:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7259"},"modified":"2023-02-28T14:22:55","modified_gmt":"2023-02-28T14:22:55","slug":"pengungsi-rohingya-yang-telah-kawin-mawin-di-makassar-audience-dengan-pemerintah-sulawesi-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7259","title":{"rendered":"Pengungsi Rohingya Yang Telah Kawin Mawin di Makassar Audience Dengan Pemerintah Sulawesi Selatan"},"content":{"rendered":"<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Makassar-Pengungsi asal Rohingya yang telah menikah dengan warga Indonesia hari ini Selasa, 28 Pebruari\u00a0 2023 pukul 11.00 Wita\u00a0 telah mengadakan pertemuan\u00a0 dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui\u00a0 Badan Kesatuan bangsa yang diwakili oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Erlan Ttriska\u00a0 dan Kanit\u00a0 Aspora Andi Yudi\u00a0 Wijaya. Dalam pertemuan tersebut pengungsi Rohingya didampingi oleh Ust Muchtar Dg Lau dan KH. Hasan Basri serta Andi Amien.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Dalam pertemuan tersebut Ust Muchtar Dg Lau menyampaikan bagaimana telah terjadi diskriminasi terhadap pengungsi Rohingya khususnya yang telah menikah dengan perempuan Indonesia, pengungsi Rohingya yang ada di Makassar telah\u00a0 lama tinggal disini mereka sudah sekitar 12 tahun namun mereka tidak juga diberikan haknya untuk ditempatkan ke negara ketiga oleh UNHCR dan IOM padahal kalau pengungsi lain seperti pengungsi dari Afganistan Cuma sekitar 5 tahun mereka sudah dikirim ke Negara ketiga, ungkap Dg Lau. Pengungsi Rohingya sudah menderita disini, mereka hanya dapat tunjangan hidup Rp.1.250.000,-\u00a0 perbulan dengan biaya sekecil itu sangat tidak layak untuk membiayai hidup apalag mereka dilarang untuk bekerja, kalau mereka bekerja mereka akan ditangkap kemudian mereka juga tidak dapat melanjutkan pendidikan formal\u00a0 lanjut Dg Lau.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">KH. Hasan basri pada kesempatan tersebut mengingatkan kepada pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperhatikan Pengungsi Rohingya karena mereka adalah orang yang teraniaya yang perlu dibantu, KH Hasan basri mengutif\u00a0 ptongan Surah Al Hujurat ayat 10\u00a0 yang artinya\u00a0 orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. untuk itu kami memohon bantuan kepada Pemerintah provinsi Sul-Sel agar\u00a0 perhatikan saudara kita pengungsi Rohingya yang telah menderita.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Sementara itu andi amien dalam kesempatan tersebut menyarankan kepada pihak Provinsi Sulawesi-Selatan agar dapat memediasi Pengungsi Rohingya dengan pihak UNHCR dan IOM, masalah inin harus dibahas dengan mereka agar dapat ditemukan solusi atas permasalahan mereka.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Pada kesempatan tersebut perwakilan Rohingya Nur Islam menkritisi UNHCR dan IOM yang telah malakukan diskriminasi pada Pengungsi Rohingya yang telah kawin mawin hingga saat ini pengungsi yang telah kawin dengan perempuan\u00a0 Indonesia tidak diproses untuk dikirim ke Negara ketiga.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">ErlanTtriska\u00a0 dan\u00a0 Andi Yudi Wijaya menyatakan menyatakan\u00a0 Pemerintah Provinsi Sulsel berjanji akan segera menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi oleh Pengungsi Rohingya yang telah kawin mawin di Makassar, masalah ini akan dibahas dengan gubernur dan nantinya akan memanggil pihak UNHCR dan IOM untuk membahas masalah ini.<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Makassar-Pengungsi asal Rohingya yang telah menikah dengan warga Indonesia hari ini Selasa, 28 Pebruari\u00a0 2023 pukul 11.00 Wita\u00a0 telah mengadakan pertemuan\u00a0 dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7260,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,41,53,48,33,52,44],"tags":[],"class_list":["post-7259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-nasional","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-politik","category-sorotan","category-sosial"],"views":211,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7259"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7259\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7261,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7259\/revisions\/7261"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}