{"id":7211,"date":"2023-02-23T13:11:46","date_gmt":"2023-02-23T13:11:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7211"},"modified":"2023-02-23T13:11:46","modified_gmt":"2023-02-23T13:11:46","slug":"gm-bandara-ssk-ii-angkat-bicara-soal-wacana-bandara-internasional-dikurangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7211","title":{"rendered":"GM Bandara SSK II Angkat Bicara Soal Wacana Bandara Internasional Dikurangi"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews-PEKANBARU<\/strong>\u00a0&#8211; Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sampai saat ini masih terus melayani penerbangan Internasional setiap harinya.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, akan memangkas jumlah bandara internasional menjadi 14 atau 15 saja dari total 32 bandara internasional yang dikelola oleh TNI, Ditjen Hubungan Udara\/Pemda, dan PT Angkasa Pura I dan II.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Eksekutif General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, M Hendra Irawan berujar, pihaknya masih mengacu pada peraturan surat edaran Satgas dan Kemenhub, nomor 25 tahun 2022. Tidak ada perubahan penerbangan di Bandara SSK II, baik penerbangan dalam Negri maupun luar Negri.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cYang jelas kita belum ada menerima surat apapun terkait dengan perubahan status Bandara SSK II Pekanbaru. Sampai saat ini kita masih melayani penerbangan Intwrnasional, sesuai dengan surat edaran yang berlaku tahun 2022. Sejauh ini penerbangan masih berjalan normal, dalam dan luar Negeri,\u201d ujar Hendra Irawan, Kamis (23\/2\/2023).<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dijelaskannya, untuk perubahan status penerbangan merupakan kewenangan Pemerintah pusat. Pihaknya hanya menjalankan tugas melayani penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pasca pandemi COVID-19, penerbangan terus berangsur normal bila dibandingkan saat pandemi COVID-19 dengan aturan-aturan yang berlaku. Namun, sejak tahun\u00a02022-2023\u00a0peningkatan cukup tinggi.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDalam perubahan status Bandara itu kewenangan Kemenhub, kita mengoperasikannya. Bila kita bandingkan penerbangan saat ini dengan saat pandemi kondisinya masih jauh normal,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Untuk penerbangan Internasional sendiri, di Bandara SSK II Pekanbaru hampir setiap hari melayani maskapai yang terbang menuju negara-negara tetangga, seperti ke Malaysia dan Singapura.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Bahkan mulai tahun ini juga melayani penerbangan maskapai yang melayani jamaah Umrah, menuju Arab Saudi,&#8221; ucapnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dijelaskan, untuk jadwal penerbangan internasional berbeda-beda, ada yang jadwal setiap hari ada yang seminggu tiga kali dan empat kali. Rata-rata sekitar 200 penumpang sampai 300 penumpang setiap hari dalam kondisi normal.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Sekarang masih dalam kondisi normal, karena penerbangan masih terbatas maskapai yang melayani rute Internasional,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-PEKANBARU\u00a0&#8211; Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sampai saat ini masih terus melayani penerbangan Internasional setiap harinya. Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7212,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,57,53,48],"tags":[],"class_list":["post-7211","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":476,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7211"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7211\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7213,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7211\/revisions\/7213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}