{"id":7169,"date":"2023-02-17T22:39:54","date_gmt":"2023-02-17T22:39:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7169"},"modified":"2023-02-17T22:39:54","modified_gmt":"2023-02-17T22:39:54","slug":"isra-miraj-adalah-fondasi-kebangkitan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7169","title":{"rendered":"Isra\u2019 Mi\u2019raj adalah Fondasi Kebangkitan"},"content":{"rendered":"<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Imam Shamsi Ali*\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMaha Suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya dari masjidil haram ke masjidil aqsa, yang sekitarnya telah Kami (Allah) berkahi, dan untuk Kami perlihatkan padanya sebagian dari tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha melihat\u201d (Al-Isra: 1).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Salah satu tonggak sejarah dalam perjalanan juang Rasulullah SAW mengemban amanah Dakwah adalah peristiwa Isra\u2019 dan Mi\u2019raj. Isra\u2019 berarti perjalan di malam hari. Sedangkan Mi\u2019raj berarti perjalanan ke atas (vertical journey).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ada beberapa pendapat di kalangan para Ulama tentang kapan peristiwa tersebut terjadi. Ada yang menyebutkan tiga tahun sebelum hijrahnya beliau ke Madinah. Ada juga yang menyebutkan setahun sebelum Rasulullah diperintahkan untuk berhijrah ke kota Yatsrib (belakangan dirubah menjadi Madinatur Rasul).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Namun yang pasti peristiwa Isra\u2019 Mi\u2019raj ini terjadi ketika Rasulullah SAW sedang menghadapi situasi yang sangat berat. Baru saja boikot Bani Hasyim berakhir.\u00a0 Disusul kematian dua orang terdekatnya, Khadijah sang isteri tercinta dan Abu Thalib sang paman yang beliau\u00a0 juga cintai. Bahkan baru saja beliau kembali dari misi Dakwah ke Thaif yang ternyata berakhir dengan resistensi yang menyedihkan.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Semua itu menjadikan beliau menyebut masa-masa tersebut dengan sebutan \u201c\u2018aamul huzni\u201d atau tahun kesedihan. Bagaimana tidak, tidak saja bahwa Khadijah sebagai tulang punggung Dakwah meninggalkan beliau. Sementara Abu Thalib walaupun bukan Muslim tapi memposisikan diri sebagai benteng Rasulullah dari serangan musuh, khususnya dari kalangan keluarga.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kesedihan Rasulullah SAW sebenarnya juga disebabkan terutama karena Abu Thalib meninggal dalam keadaan Kafir. Bagi beliau seolah itu kegagalan yang menyedihkan. Tapi juga realita bahwa resistensi kepada Dakwah semakin meninggi seperti apa yang terjadi dalam perjalanan dakwahnya ke Thaif.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Saya tidak bermaksud membicarakan lagi tentang \u201cwho, what, how and when\u201d dari peristiwa Isra dan Mi\u2019raj ini. Karena hal-hal seperti ini selain bukan esensi utama dari sejarah, juga telah banyak dibicarakan oleh banyak kalangan. Saya hanya ingin mengambil satu hikmah terpenting dari peristiwa penting dari perjalanan sejarah agama ini.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Jika kita merujuk kepada realita\u00a0 kebangkitan Islam dan Umat, ada beberapa anak tangga yang terlalui. Dari kelahiran Rasulullah (Milad), pengangkatan Muhammad menjadi Rasul (bi\u2019tsah), lalu diperjalankannya beliau di malam hari (Isra\u2019 Mi\u2019raj), hingga ke migrasi Rasulullah ke Madinah (hijrah), yang berujung kepada penaklukan Kota Mekah (Fathu Makkah).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dari semua anak tangga itu Isra\u2019 Mi\u2019raj dan Hijrah adalah dua simboliasi kebangkitan Umat secara keseluruhan. Isra dan Mi\u2019raj adalah simbol kebangkitan individual. Sementara Hijrah merupakan simbol kebangkitan kolektif (keumatan).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Peristiwa Isra\u2019 Mi\u2019raj sesungguhya tidak bisa dilepaskan dari konteks situasi yang mengelilinginya saat itu. Berbagai tantangan dan cobaan silih berganti menimpa baginda Rasulullah SAW. Bahkan sebagai manusia yang tentunya memiliki tendensi manusiawi beliau seolah sumpek dan sempit dengan semua itu. Di momen-momen puncak kesumpekan dan kesempitan itu Allah justeru memperjalankannya (Isra\u2019) dan menaikkannya (Mi\u2019raj) ke tingkat tertinggi (Sidratul Muntaha).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Peristiwa Isra\u2019 Mi\u2019raj benar-benar menggambarkan kekuasaan dan otoritas Ilahi. Muhammad dalam semua konteks perjalanan ini adalah obyek dalam genggaman Dia Yang Maha mendengar lagi Maha melihat. Dan karenanya ayat tentang Isra dan Mi\u2019raj juga dimulai dengan pernyataan tegas: \u201cSubhana\u201d. Sebuah penegasan akan kemaha sempurnaan Allah dalam kuasa dan otoritasnya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selanjutnya semua detak langkah yang terjadi dalam peristiwa itu merujuk kepada \u201ckuasa Allah\u201d. Bahwa Dia yang memperjalankan (asraa) hambaNya. Kata hamba (\u2018abd) selain memang panggilan mulia bagi seorang Mukmin, juga menunjukkan \u201cpenghambaan mutlak\u201d dari seorang hamba yang \u201claa haula wa laa quwwata illa billah\u201d (tiada saya dan tiada kekuatan kecuali dengan Allah).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Bahkan sekeliling peristiwa Isra\u2019 dan Mi\u2019raj sekalipun semuanya berada dalam genggaman karunia (keberkahan) Allah (barakna haulah). Jerusalem dengan kuasaNya menjadi identik dengan keberkahanNya. Selain memang menjadi kawasan tersubur di antara semua kawasan Timur Tengah (keberkahan bumi). Juga memang diselimuti oleh keberkahan langit dengan dijadikannya tempat bagi mayoritas Rasul dan Nabi.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Demikian seterusnya dengan jelas kita dengan gamblang dapat menyaksikan demonstrasi kekuasaan Allah dalam peristiwa ini. Bahwa Rasulullah SAW yang ketika itu terjepit oleh situasi yang sangat sulit, justeru kesulitan itu menjadi awal beliau diperjalankan\u00a0 dan diangkat ke atas puncak ketinggian itu.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hikmah dari semua itu adalah bahwa Allah dalam memberikan pertolongan kepada hambaNya justeru dengan caraNya yang unik dan sering di luar tangkapan nalar manusia. Memperjalankan merupakan simbolisasi dari menggerakkan (tahriik) dan merubah (taghyiir) dari situasi stagnasi yang menyulitkan ke situasi pergerakan dan perubahan (dinamika) yang memudahkan dan menyenangkan.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pergerakan dan perubahan itulah yang kemudian akhirnya membawa ke arah ketinggian (kemenangan dan kesuksesan) yang membahagiakan. Mi\u2019raj adalah gambaran pendakian menuju kepada maqaam (tempat)\u00a0 kesuksesan tertinggi.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Akhirnya Isra Mi\u2019raj berakhir dengan karunia besar dari Allah berupa sholat. Sebuah perintah terpenting dalam Islam sebagai rukun agama. Sekaligus menjadi hadiah terbesar bagi Umat untuk melakukan perjalanan (isra\u2019) menuju kepada ketinggian (mi\u2019raj).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sholat memang ditetapkan sebagai jalan kemenangan yang diikrarkan dengan azan: \u201chayya alas sholah, hayya alal falah\u201d. Maka \u201csholat adalah Mi\u2019rajnya orang beriman\u201d (hadits).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selamat Isra\u2019 Mi\u2019raj. Semoga pintu Kemenangan itu semakin terbuka. Amin!\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Manhattan City, 17 Pebruari 2023\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">* Presiden Nusantara Foundation<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Imam Shamsi Ali*\u00a0 \u00a0 \u201cMaha Suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya dari masjidil haram ke masjidil aqsa, yang sekitarnya telah Kami (Allah) berkahi, dan untuk<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7170,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,41,38,43],"tags":[],"class_list":["post-7169","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","category-nasional","category-pendidikan","category-religi"],"views":224,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7169"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7169\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7171,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7169\/revisions\/7171"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}