{"id":7159,"date":"2023-02-17T10:33:27","date_gmt":"2023-02-17T10:33:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7159"},"modified":"2023-02-17T10:33:27","modified_gmt":"2023-02-17T10:33:27","slug":"gender-friendly-god","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7159","title":{"rendered":"Gender friendly God?"},"content":{"rendered":"<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Shamsi Ali*\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Baru-baru ini viral di media sosial dan perdebatan hangat perihal jenis kelamin (gender) Tuhan. Konon kabarnya dalam pertemuan gereja-gereja di Inggris ada yang mengusulkan agar panggilan Tuhan sebagai \u201che\u201d diganti karena dianggap tidak \u201cfriendly\u201d kepada kelompok manusia yang berjenis kelamin lainnya.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Kata \u201cjenis kelamin lainnya\u201d tersebut tentu bukan hanya jenis kelamin \u201cshe\u201d (feminine). Tapi juga jenis kelamin lainnya, temasuk gay, lesbian, dan juga apa yang dikenal dengan \u201ctransgender\u201d atau manusia yang \u201claa haaulaa wa laa haaulaa\u201d (tidak mereka dan tidak juga mereka). Artinya mereka yang bisa mengaku keduanya, laki dan perempuan sekaligus.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Realita ini kemudian memaksa mereka untuk tidak memakai \u201che\u201d atau \u201cshe\u201d. Dan karenanya demi pengakuan kepada semua jenis kelamin yang diakui atau pun tidak diakui mereka cenderung memakai kata \u201cthey\u201d (mereka).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Masalahnya kemudian menghubungkan Tuhan dengan kata \u201cthey\u201d (mereka) menjadi dilema besar. Pertama, membatalkan pengakuan bahwa keimanan mereka kepada Tuhan masuk dalam kategori \u201cmonoteisme\u201d. Kedua, seolah mengkonfirmasi bahwa monoteisme yang lurus (benar dan konsisten) memang ada pada ajaran Islam.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Pada sisi lain boleh jadi bahwa kecenderungan pemanggilan Tuhan dengan \u201cthey\u201d merupakan pengakuan bahwa trinitas itu memang merupakan bentuk pengakuan kepada tiga tuhan. Bukan seperti yang selama ini yang didengun-dengunkan bahwa Tuhan itu satu tapi dalam tiga entitas.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Saya tidak bermaksud mendiskusikan hal ini secara detail. Justeru yang ingin saya tekankan kali ini adalah adanya ancaman nyata konsep kehidupan yang antitesis dengan ajaran dan nilai-nilai keagamaan dunia. Salah satunya isu gender di mana pemahaman keagamaan tentang konsep dan nilai kehidupan\u00a0 terpaksa terpinggirkan oleh konsep-konsep non-religi, bahkan anti agama.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Propaganda LGBTQ memang begitu dahsyat. Hampir dalam segala lini kehidupan itu ada. Jangankan dalam film-film, bahkan game dan mainan anak, hingga ke buku-buku referensi di sekolah-sekolah sedang digalakkan promosi LGBTQ itu. Bahkan dalam kompetisi politik sekalipun isu LGBTQ menjadi isu sentra. Kandidat yang dianggap yang tidak mendukung (walau tidak anti) LGBTQ akan dilabel sebagai kandidat yang anti kebebasan dan HAM.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Pengaruh LGBTQ ini kemudian menembus ke dalam kehidupan keagamaan. Dan pada akhirnya beberapa rumah ibadah terpaksa melabel diri sebagai LGBTQ friendly house of worship. Bahkan saya tahu beberapa gereja di New York yang secara khusus menyediakan \u201cpelayanan ibadah\u201d (service) khusus bagi kaum LGBTQ ini.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Lebih menyedihkan lagi bahkan saya dengar ada segelintir masjid-masjid di Eropa yang juga dikenal sebagai masjid terbuka (open space) dengan mengakomodir mereka yang menganggap diri sebagai bagian dari kaum ini.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Pada akhirnya pertanyaan mendasar sesungguhnya apa dan bagaimana pemeluk agama memahami agamanya? Apakah agama itu adalah konsep kehidupan yang sesungguhnya bertengger atau menumpang pada konsep kehidupan manusia yang berubah-rubah seiring waktu, zaman bahkan hawa nafsu manusia? Atau agama sejatinya hadir untuk memastikan jika perubahan itu tetap berada dalam batas kefitrahan dan \u201cmaslahah\u201d (kebaikan) bagi manusia?<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Di s\u00ecnilah Urgensi memahami agama dengan pemahaman yang lurus, murni, jujur, sesuai dan berkeadilan. Agama itu petunjuk dan kurikulum hidup. Dengan agama manusia dapat mematikan bahwa planning atau perencanaan dan jalan hidupnya tidak kebablasan dan menginjak-nginjak martabat, kemuliaan dan kefitrahannya sebagai makhuk terbaik dan termulia Tuhan.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Sekali lagi, kasus usulan pemanggilan Tuhan dengan \u201cthey\u201d di pertemuan gereja-gereja di Inggris itu menunjukkan bahwa memang kebenaran itu memerlukan komitmen<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Konsistensi (istiqamah). Karenanya wajar ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW: \u201cajarkan kepada saya sesuatu tentang Islam yang tidak akan saya tanyakan kepada selain engkau\u201d. Beliau menjawab: \u201ckatakan saya beriman dan konsistenlah\u201d (hadits).\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">Bagi kita Umat Islam, dengan segala kesiapan membuka wawasan dan cakrawala untuk menggali semua potensi dari kehidupan ini, kita akan konsisten dengan: \u201cKebenaran itu dari Tuhanmu. Karenanya jangan sekali-sekali termasuk orang-orang yang meragukan\u201d.\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u201cAl-Haqqu wuha Al-Islamu wa Al-Islamu huwa Al-Haqq\u201d. Yakin!\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">NYC Subway, 16 Pebruari 2023\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\" data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}\">* Presiden Nusantara Foundation<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Shamsi Ali*\u00a0 \u00a0 Baru-baru ini viral di media sosial dan perdebatan hangat perihal jenis kelamin (gender) Tuhan. Konon kabarnya dalam pertemuan gereja-gereja di Inggris ada<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7160,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,50,41,52,44],"tags":[],"class_list":["post-7159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","category-lingungan","category-nasional","category-sorotan","category-sosial"],"views":192,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7159"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7161,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7159\/revisions\/7161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}