{"id":7057,"date":"2023-02-06T08:27:00","date_gmt":"2023-02-06T08:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7057"},"modified":"2023-02-06T08:27:00","modified_gmt":"2023-02-06T08:27:00","slug":"94-paramedis-polri-diberikan-pelatihan-terkait-trauma-dan-cedera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=7057","title":{"rendered":"94 Paramedis Polri diberikan Pelatihan Terkait Trauma dan Cedera"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLinenews<\/strong>-Jakarta,- Polri mengadakan pelatihan <em>basic trauma and cardiac life support<\/em>\u00a0(BTCLS) kepada 94 paramedis. Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Irjen Pol. Asep Hendradiana mengatakan, kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualifikasi personel Polri dalam penanganan kasus trauma atau cedera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Peserta pelatihan BTCLS ini adalah paramedis Polri yang berasal dari satuan Brimob, Lemdiklat dan fungsi dokter kesehatan (dokkes) kewilayahan (polda\/polres).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pelatihan berlangsung selama lima hari. Dibuka secara resmi dengan upacara di Pusat Pelatihan Brimob, Korps Brimob, Cikeas, Jawa Barat, Senin (6\/2\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cTujuan pelatihan ini menyiapkan personel kesehatan Polri yang memiliki kompetensi\u00a0<em>basic trauma and cardiac life support<\/em>\u00a0dalam rangka mendukung operasi kepolisian dalam situasi kontijensi dan krisis kesehatan,\u201d kata Irjen Pol. Asep dalam keterangannya, Senin (6\/2\/2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Asep, target yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah tersedianya personel kesehatan Polri dengan kualifikasi atau kompetensi BTCLS yang siap mendukung operasi kepolisian dalam situasi kontijensi dan krisis kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPetugas yang dilatih adalah yang belum memiliki kualifikasi BTCLS. Personel Polri dengan kompetensi BTCLS siap mendukung operasi kepolisian baik dalam situasi kontijensi maupun krisis kesehatan,\u201d ujar Asep.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">BTCLS adalah pelatihan yang menyediakan suatu metode yang dipercaya dalam penanganan kasus trauma dan pengetahuan dasar kepada perawatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pelatihan ini menerapkan konsep sederhana, yaitu terbentuknya pendekatan ABCDEFGH untuk mengevaluasi dan menanggulangi penderita cedera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Disebutkan juga, pelatihan BTCLS menekankan bahwa cidera dapat menyebabkan kematian dalam waktu cepat. Sehingga pelatihan ini penting untuk dipelajari konsep-konsep tersebut agar semakin efektif dalam memberikan pertolongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kompetensi yang menjadi tujuan dari pelatihan BTCLS adalah, paramedis mampu melakukan bantuan hidup dasar (BHD), mampu melakukan penilaian awal (<em>initial assessment<\/em>), mampu melakukan penatalaksanaan pasien dengan gangguan pernafasan dan jalan nafas (<em>airway and breathing<\/em>), mampu melakukan penatalaksanaan pasien akibat trauma : kepala dan spinal, thorak dan abdomen, musculaskeletal dan luka bakar,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemudian, mampu melakukan penatalaksanaan pasien dengan gangguan sirkulasi, mampu melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskuler, mampu melakukan penatalaksanaan rujukan, dan mampu melakukan triage pasien.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLinenews-Jakarta,- Polri mengadakan pelatihan basic trauma and cardiac life support\u00a0(BTCLS) kepada 94 paramedis. Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Irjen Pol. Asep Hendradiana mengatakan,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7058,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,45,47,37,41],"tags":[],"class_list":["post-7057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-jakarta","category-kepolisisan","category-kesehatan","category-nasional"],"views":206,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7059,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7057\/revisions\/7059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}