{"id":6982,"date":"2023-01-28T12:32:51","date_gmt":"2023-01-28T12:32:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=6982"},"modified":"2023-01-28T12:35:14","modified_gmt":"2023-01-28T12:35:14","slug":"di-2023-ketersediaan-pupuk-bersubsidi-di-aceh-besar-cukup-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=6982","title":{"rendered":"Di 2023, Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Aceh Besar Cukup Aman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-<\/b>Aceh Besar, Infopublik &#8211;\u00a0Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di Aceh Besar untuk 2023\u00a0 cukup dan aman sesuai kebutuhan sebesar 18 ribu ton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Aceh Besar melalui Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar di Kota Jantho, Jumat (27\/1\/2023).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, masalah utama yang dihadapi sekarang ialah ketersediaan Alat mesin pertanian (alsintan), pembangunan tepatnya rehab saluran irigasi tersier dan sumber air waktu musim kemarau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kalau soal pupuk subsidi untuk masyarakat, saya pikir, stoknya masih aman, namun persoalan sebenarnya ada di alsintan dan pengairan yang saat ini masih menjadi ganjalan untuk peningkatan pertanian di Aceh Besar,&#8221; kata Jakfar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan, Dinas Pertanian dan unit Tipidter Sat Reskrim Polres Aceh Besar telah turun dan meninjau lapangan, dalam rangka pengawasan pendistribusian pupuk subsidi, guna tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan, mengingat sudah musim tanam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Pemkab dan pihak kepolisian sudah turun lapangan untuk memastikan bahwa distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran, mengingat ini sudah mulai masuk musim tanam, dimana para petani sangat membutuhkan pupuk untuk meningkatkan produksi padi di Aceh Besar,&#8221; beber Jakfar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Terkait dengan ketahanan pangan, Jakfar menuturkan Aceh Besar masih surplus dan akan terus ditingkatkan, agar Aceh Besar tetap menjadi daerah penyuplai padi untuk daerah lain di Aceh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Alhamdulillah untuk padi masih surplus, tentu ini akan menjadi kerja keras untuk terus meningkatkan dan mempertahankan Aceh Besar sebagai daerah penyuplai padi terbesar di Aceh,&#8221; tuturnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain beberapa hal yang telah disebutkan, Jakfar menilai ada kendala lain yang masih menjadi perhatian khusus Pemerintah Aceh Besar untuk peningkatan pertanian di setiap daerah, khususnya daerah tadah hujan yang belum terjangkau dengan sumber air, rehab saluran irigasi tersier.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kita terus berupaya memenuhi kebutuhan petani dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK), APBA dan APBN<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Agar dapat meningkatkan produksi pertanian untuk menjaga ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Aceh Besar,&#8221; pungkasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Aceh Besar, Infopublik &#8211;\u00a0Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di Aceh Besar untuk 2023\u00a0 cukup dan aman sesuai kebutuhan sebesar 18 ribu ton.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6983,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,46,29,53,48,44],"tags":[],"class_list":["post-6982","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-berita-daerah","category-ekonomi","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-sosial"],"views":178,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6982","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6982"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6982\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6985,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6982\/revisions\/6985"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6982"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6982"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6982"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}