{"id":6973,"date":"2023-01-27T09:52:49","date_gmt":"2023-01-27T09:52:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=6973"},"modified":"2023-01-27T09:52:49","modified_gmt":"2023-01-27T09:52:49","slug":"gubernur-riau-tinjau-pabrik-es-balok-dan-serahkan-bantuan-300-ribu-benur-udang-vaname-di-dumai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=6973","title":{"rendered":"Gubernur Riau Tinjau Pabrik Es Balok Dan Serahkan Bantuan 300 Ribu Benur Udang Vaname Di Dumai"},"content":{"rendered":"<p class=\"fr-tag\"><strong>IndonesiaLineNews-Dumai<\/strong>&#8211; Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar melakukan peninjauan pabrik es balok di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Dumai, pada Jumat (27\/1\/2023). Di lokasi itu ia juga memberikan bantuan 300 ribu benur udang vaname kepada nelayan.<\/p>\n<p class=\"fr-tag\">Dalam kunjungan kerja itu, Gubernur Syamsuar turut didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Herman Mahmud. Tampak pula hadir Kadiskominfotik Provinsi Riau, Erisman Yahya.<\/p>\n<p class=\"fr-tag\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"fr-fin fr-tag\" src=\"https:\/\/mediacenter.riau.go.id\/uploads\/167480847530127_152756_897.jpg\" alt=\"\" width=\"375\" height=\"250\" \/><\/p>\n<p class=\"fr-tag\">Mantan Bupati Siak dua periode itu mengatakan, bahwa peninjauan pabrik es balok ini untuk melihat program kerja yang telah dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, melalui UPT Pelabuhan Perikanan.<\/p>\n<p class=\"fr-tag\">\u201cHari ini kita meninjau aktivitas pabrik es balok milik Pemprov Riau di Kota Dumai. Sekaligus juga tadi bertemu dengan para nelayan dan menyerahkan 300 ribu benur udang vaname,\u201d kata Gubri.<\/p>\n<p class=\"fr-tag\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"fr-fin fr-tag\" src=\"https:\/\/mediacenter.riau.go.id\/uploads\/167480833830127_152545_796.jpg\" alt=\"\" width=\"375\" height=\"250\" \/><\/p>\n<p class=\"fr-tag\">Gubri Syamsuar mengaku bangga, lantaran bisa melihat sejumlah nelayan tradisional yang saat ini sudah memahami pengembangan budidaya udang vaname.<\/p>\n<p class=\"fr-tag\">\u201cAlhamdulillah, nelayan di sini sudah paham bagaimana membudidayakan udang vaname. Sekarang udang ini lagi trend di berbagai negara. Mudah-mudahan nanti banyak nelayan tradisional kita yang membudidayakan udang vaname,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p class=\"fr-tag\">Diungkapkan Gubri, budidaya udang vaname mampu memberikan manfaat dalam memberikan kesejahteraan para nelayan jika kurang mendapati tangkapan ikan di laut.<\/p>\n<p class=\"fr-tag\">\u201cSehingga kalau memang tangkapan ikan di laut kurang, nelayan dapat memanfaatkan budidaya ini. Semoga para nelayan senang dengan progam bantuan ini. Dan kami harapkan dapat memberikan kesejahteraan masyarakat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p class=\"fr-tag\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"fr-fin fr-tag\" src=\"https:\/\/mediacenter.riau.go.id\/uploads\/167480842730127_152535_745.jpg\" alt=\"\" width=\"375\" height=\"250\" \/><\/p>\n<p class=\"fr-tag\">Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Herman Mahmud menerangkan, Pemprov Riau telah memiliki dua pabrik es balok di Dumai. Dengan jumlah rata-rata produksi sebanyak 15 ton es balok per-hari<\/p>\n<p class=\"fr-tag\">\u201cKita punya dua pabrik es, yang pabrik baru itu produksinya dalam satu hari bisa mencapai 10 ton. Dan yang pabrik lama itu 5 ton. Sehingga ditotalkan dalam satu harinya kita bisa dapat menghasilkan 15 ton balok es,\u201d terangnya.<\/p>\n<p class=\"fr-tag\">\u201cUntuk harganya kita menjual per baloknya Rp5 ribu rupiah, ini subsidi dari Pemerintah Provinsi Riau. Kalau di luar itu dijual Rp80 ribu,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Dumai&#8211; Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar melakukan peninjauan pabrik es balok di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Dumai, pada Jumat (27\/1\/2023). Di lokasi itu ia juga<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6974,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,41,57,53,48,44],"tags":[],"class_list":["post-6973","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-nasional","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-sosial"],"views":329,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6973"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6973\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6975,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6973\/revisions\/6975"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}