{"id":6862,"date":"2023-01-16T12:35:02","date_gmt":"2023-01-16T12:35:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=6862"},"modified":"2023-01-16T12:35:02","modified_gmt":"2023-01-16T12:35:02","slug":"kerusuhan-di-morowali-antara-tki-dan-tk-asing-3-orang-tewas-diawali-pemukulan-oleh-tk-asing-ke-tki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=6862","title":{"rendered":"Kerusuhan di Morowali Antara TKI dan TK Asing 3 Orang Tewas, diawali pemukulan  Oleh TK Asing ke TKi"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Morowali,Sulteng-Terjadi bentrok antara ratusan pekerja di area smelter PT Gunbuster Nickel Industri atau PT GNI, Morowali Utara, Sulawesi Tengah atau Sulteng, pada Sabtu malam, 14 Januari 2023. Bentrok disebut mengakibatkan tewasnya tiga korban. Satu di antaranya merupakan tenaga kerja asing alias TKA.<\/p>\n<p><strong>Kronologi Kejadian<\/strong><\/p>\n<p>Berikut rangkuman kronologi bentrokan di area smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI)\u00a0Morowali Utara, disadur dari berbagai sumber.<\/p>\n<ol>\n<li>Kronologi bentrok<\/li>\n<\/ol>\n<p>Bentrokan di PT GNI dilaporkan terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 21.20 WITA. Kericuhan bermula di Pull Dump Truck yang mengakibatkan terjadinya penganiayaan terhadap Warga Negara Indonesia atau WNI oleh Warga Negara Asing alias WNA.<\/p>\n<p>Bentrokan lantas meluas hingga ke Smelter 2. Massa yang terlibat kericuhan saling lempar batu. Rusuh masih berlanjut hingga pukul 22.00 WITA, mereka melakukan pembakaran alat berat dan mobil. Massa juga diduga melakukan penjarahan di mes pekerja.<\/p>\n<p>Tim gabungan yang dipimpin Kapolres Morowali Utara kemudian berhasil membubarkan massa pada Minggu 15 Januari 2023 sekira pukul 02.15 WITA. Situasi pun kembali kondusif dan terkendali.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Penyebab bentrok<\/li>\n<\/ol>\n<p>Polda Sulteng menerangkan penyebab bentrokan di PT GNI. Bentrok dipicu aksi\u00a0<em>sweeping\u00a0<\/em>yang dilakukan serikat pekerja yang mogok terhadap pekerja yang menolak aksi mogok. Polisi menyebut, bentrokan antara TKA dan TKI PT GNI Morowali Utara, Sulteng, ini terjadi usai berulang kali serikat pekerja yang mogok kerja melakukan penyisiran.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Akibat bentrokan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Akibat bentrokan, jatuh tiga korban jiwa, yang terdiri dari dua pekerja lokal dan satu TKA. Selain itu, juga terdapat tiga orang mengalami luka-laka.<\/p>\n<p>\u201cIya ada korban meninggal 2 orang TKI dan 1 orang TKA. Kemudian ada tiga orang pekerja yang mengalami luka-luka,\u201d kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Pasca bentrokan, 69 orang ditangkap<\/li>\n<\/ol>\n<p>Polisi kemudian menangkap sedikitnya 69 orang pasca bentrokan. Mereka diduga melakukan provokasi. Selain itu, 69 orang tersebut juga diduga terlibat dalam perusakan di dalam area perusahaan.<\/p>\n<p>\u201cPasca-kericuhan sebanyak 69 orang kita amankan dan untuk perkembangan terakhir situasi di lokasi bentrokan sudah kondusif,\u201d Didik Supranoto dalam konferensi pers di Mapolda Sulawesi Tengah, Ahad, 15 Januari 2023.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Polisi terjunkan tim gabungan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Polresta Gorontalo Kota telah menerjunkan personel gabungan untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan. Kendati begitu, situasi di lokasi disebut mulai terkendali. Negosiasi dengan pekerja yang melakukan aksi mogok juga masih dilakukan.<\/p>\n<p>\u201cUntuk mengantisipasi agar kericuhan tidak berlanjut, perbantuan dan penebalan pasukan Polri dari\u00a0Brimob\u00a0dan Polres Morut sudah disiagakan di lokasi,\u201d kata Didik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Morowali,Sulteng-Terjadi bentrok antara ratusan pekerja di area smelter PT Gunbuster Nickel Industri atau PT GNI, Morowali Utara, Sulawesi Tengah atau Sulteng, pada Sabtu malam, 14<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6863,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,51,52,44,76],"tags":[],"class_list":["post-6862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-peristiwa","category-sorotan","category-sosial","category-sulteng"],"views":185,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6862"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6862\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6864,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6862\/revisions\/6864"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}