{"id":6727,"date":"2023-01-02T11:19:00","date_gmt":"2023-01-02T11:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=6727"},"modified":"2023-01-02T11:19:00","modified_gmt":"2023-01-02T11:19:00","slug":"alhamdulillah-tidak-ada-lagi-ditemukan-ternak-terpapar-pmk-di-riau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=6727","title":{"rendered":"Alhamdulillah, Tidak Ada Lagi Ditemukan Ternak Terpapar PMK di Riau"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/strong>&#8211; Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), menyatakan bahwa per 31 Desember 2022 sudah tidak ada lagi ditemukan hewan ternak di Riau yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dengan demikian, tingkat kesembuhan ternak di Riau yang terpapar PMK cukup tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala DPKH Riau Herman mengatakan, kasus PMK di Riau terakhir kali ditemukan pada tanggal 28 Desember 2022 lalu di Kabupaten Siak dan Bengkalis. Pada hewan ternak tersebut, petugas kesehatan hewan terus memberikan pendampingan dan pengobatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Alhamdulillah kasus wabah PMK di Provinsi Riau sudah nol per 31 Desember 2022,&#8221; kata Herman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lebih lanjut dikatakannya, meskipun kasus PMK di Riau sudah tidak ada lagi, namun pihaknya masih menerapkan pemeriksaan hewan ternak di perbatasan provinsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Walaupun tidak ada kasus lagi, tapi kita tetap memberlakukan pemeriksaan dan memperketat lalu lintas ternak di perbatasan. Ini untuk mengantisipasi hewan ternak terkonfirmasi PMK masuk ke Riau,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dipaparkan Herman, sejak wabah PMK merebak di Provinsi Riau, sedikitnya ada 4.922 hewan ternak terpapar. Dimana dari ribuan kasus terdapat 32 hewan ternak mati dan 33 hewan ternak dipotong paksa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Sebagai bentuk antisipasi, saat ini petugas juga menggencarkan program vaksin pada ternak,&#8221; sebutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Untuk capaian vaksinasi PMK, per 21 Desember 2022, dari realisasi target populasi baru mencapai 39,6 persen. Angka tersebut merupakan persentase total dari jumlah target polulasi yakni 197.228 hewan ternak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Sementara, total vaksin yang telah didistribusikan saat ini berjumlah 171.000 dosis, dengan persentase realisasi berdasarkan distribusi mencapai 71 persen,&#8221; katanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru&#8211; Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), menyatakan bahwa per 31 Desember 2022 sudah tidak ada lagi ditemukan hewan ternak<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6728,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37,41,57,48,44],"tags":[],"class_list":["post-6727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","category-nasional","category-pekanbaru","category-pemerintahan","category-sosial"],"views":540,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6727"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6727\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6729,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6727\/revisions\/6729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}