{"id":612,"date":"2020-07-17T12:18:31","date_gmt":"2020-07-17T12:18:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=612"},"modified":"2020-07-17T12:18:31","modified_gmt":"2020-07-17T12:18:31","slug":"mohamed-salah-menjadi-kebanggaan-mesir-dan-bintang-emas-bagi-liverpool","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=612","title":{"rendered":"MOHAMED SALAH MENJADI KEBANGGAAN MESIR DAN BINTANG EMAS BAGI LIVERPOOL"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>Indonesialinenews.com-Mesiar-<\/em><\/strong>Bagaimana Mohamed Salah menjadi kebanggaan Mesir dan bintang emas bagi Liverpoolyang sangat eksklusif.\u00a0Salah di Liverpool prestasinyab telah melampaui olahragawan\u00a0\u00a0yang lain dalam sejarah Mesir, sebagaimana dirinci dalam catatan ini dari buku baru\u00a0Made in Africa.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak pelatih akan mengatakan bahwa mereka membuatnya terkenal tetapi saya tahu itu tergantung saya,&#8221; kata El Shishiny.\u00a0Pria yang pertama kali bertemu\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/translate.googleusercontent.com\/translate_c?depth=1&amp;hl=id&amp;prev=search&amp;pto=aue&amp;rurl=translate.google.com&amp;sl=en&amp;sp=nmt4&amp;u=https:\/\/www.independent.co.uk\/topic\/Mohamed_Salah&amp;usg=ALkJrhi5XgwvhDDjO8xM-YNQSC7P-J2bVg\">Mohamed Salah<\/a><\/strong>\u00a0ketika ia masih remaja bermain untuk tim U-16 El Mokawloon sebagai pemain bertahan.<\/p>\n<p>Ke mana pun Anda pergi di Mesir akhir-akhir ini orang-orang\u00a0 yang mengatakan Salah telah menjadi inspirasi \u00a0kebangkitan olahraga khususnya sepak bola, terutama di kota asal Salah.\u00a0Terletak di pusat pertanian dari Distrik Gharbia, terletak \u00a0di tengah Delta Nil, Nagrig telah menjadi lokasi \u00a0dari artikel dan laporan berita \u00a0yang mendokumentasikan masa kanak-kanak bocah Salah dimasa lalu di tempat tersebut yang kini \u00a0menjadi superstar.<\/p>\n<p>Salah naik bus selama 9 jam \u00a0setiap hari untuk berlatih di Kairo dan kembali lagi kampungnya, kisah ini \u00a0telah menjadi legenda saat ini bagaimana perjuangan salah kecil di Anfield. Mengingat banyaknya jurnalis yang mengunjungi Nagrig dalam beberapa tahun terakhir untuk mendokumentasikan masa kanak-kanak bocah lokal yang menjadi superstar, kota kecil dengan populasi hanya sekitar 12.000 orang.<\/p>\n<p>tidak butuh waktu lama untuk mencari rumah Salah karena anak-anak kecilpun akan \u00a0tau diamana rumah salah di distriknya, karena begitu Salah menjadi inspirasi bagi pemuda-pemudi Mesir. Apabila kita ke Distrik tempat Salah lahir maka dimana-mana kita akan lihat anak-anak\u00a0 banyak yang memakai kostum Liverpool.<\/p>\n<p>\u201cTentu saja aku melihatnya bermain di sini.\u00a0Dia adalah tetangga saya, jadi saya mengenalnya dengan baik, \u201dkata Ny. Amin, yang sekarang bekerja di pusat pemuda yang diganti namanya memakai nama Salah untuk menghormati Salah beberapa tahun yang lalu.\u00a0\u201cDia selalu anak yang sangat terhormat.\u00a0Kami sangat bangga padanya demikian ujarnya. &#8221;<\/p>\n<p><strong>Mohamed Salah adalah pahlawan Mesir<\/strong><\/p>\n<p>Di masa kecil Salah berlatih di sebelah lapangan berdebu yangberdekatan denagan \u00a0masjid kota dan dikelilingi oleh sawah, kini telah menjadi pusat latihan bagi pemuda-pemuda di Desa Nagrig.\u00a0Ada foto ukuran raksasa Muhammad \u00a0Salah terpasang di dinding.<\/p>\n<p>Nyonya Amin mengisahkan\u00a0 bagaimana tingkahlaku Salah yang sangat menyenangkan disbanding anak-anak lainnya, Salah mulai bermain di sini pada usia delapan dan segera menarik perhatian pelatih Ghamri Abdel-Hameed El-Saadani.<\/p>\n<p>&#8220;Bakatnya jelas terlihat sejak awal,&#8221; ujar Ghamri Abdel dalam sebuah wawancara pada tahun 2018. &#8220;Tapi bakat bukanlah segalanya &#8211; kesuksesan Mohamed juga merupakan produk dari kemauan baja, upaya dan tekad.&#8221;\u00a0Talenta yang istimewewa, skill yang luar biasa dari &#8220;Mohamed Salah!&#8221;\u00a0 menarik perhatian saya kenang ghamri kala itu.<\/p>\n<p>Ini adalah pemain yang telah melampaui prestasi olahragawan \u00a0lain dalam sejarah Mesir, negeri yang gila sepakbola.\u00a0Salah telah menyumbangkan uang yang banyak di pusat medis baru Nagrig, di mana striker bintang Liverpool telah membeli dua mesin dialisis ginjal dan berbagai peralatan lainnya.\u00a0Lalu ada sekolah di ujung jalan yang juga menyandang namanya yang telah menerima dana besar sejak salah pindah ke Eropa, diperpanjang pada tahun 2018 untuk menciptakan Institut Azhari untuk Anak Perempuan sehingga mereka tidak lagi harus menempuh perjalanan panjang ke kota berikutnya untuk pendidikan mereka.<\/p>\n<p>Mohamed Salah Charity Foundation juga telah menyumbangkan tanah di lokasi terbaik senilai \u00a3 400.000 untuk membangun pekerjaan pengolahan limbah di pinggiran kota, menjamin Nagrig memiliki banyak persediaan air sepanjang tahun. \u201dKeluarga adalah segalanya baginya,\u201d kata jurnalis Mesir Mostafa Algrtly. \u201cJika seorang teman membutuhkan bantuan, dia akan selalu berusaha melakukannya. Dia merasakan kewajiban untuk negaranya untuk mencoba dan memberikan sesuatu kembali. Itu sebabnya dia bahkan senang berjalan-jalan tanpa pengawal terkadang. \u201d<\/p>\n<p>Maher Shetia, walikota Nagrig, memiliki nyanyian Mohamed Salah sebagai nada dering hpnya dan belakangan ini berfungsi ganda sebagai juru bicara resmi keluarga Muhammad Salah \u00a0karena permintaan ayahnya setiap acara-acara resmi maupun junpa pers.\u00a0 &#8220;Mohamed salah adalah anak yang luar biasa dibanding \u00a0semua anak lain di desa ini dimasanya,&#8221; kata walikota.\u00a0\u201cDia mewarisi kecintaannya bermain sepak bola dari ayah dan pamannya, yang bermain dengan tim Pusat Pemuda Amatir desa selama 1980-an dan 1990-an.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-614\" src=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/muhammad-salah-3-300x170.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"170\" \/><\/p>\n<p>Seorang anak muda berdiri di dekat kampus Nagrig di mana Salah pernah belajar (Getty)<\/p>\n<p>Ayah Muhammad Salah memperhatikan bakat putranya dan menyuruhnya bergabung dengan tim Ittihad Basyoun ketika ia berusia 12 tahun.\u00a0Suatu hari, Reda El-Mallah, seorang pencari bakat sepak bola, datang ke desa kami untuk menyaksikan anak lain bernama Sherif dan mungkin membujuknya untuk bergabung dengan salah satu tim kecil El-Mokawloon di Tanta.\u00a0Dia meminta anak-anak untuk bermain melawan Sherif sehingga dia bisa menilai dia.\u00a0saat menonton pertandingan ada satu pemain yang menonjol dialah Mohamed Salah. \u201d<\/p>\n<p>Tidak lama sampai bakatnya menarik perhatian para pelatih El-Mokawloon dan dia diundang untuk bergabung dengan tim U-15 mereka yang berbasis di Kairo.\u00a0Berbeda sekali dengan teman satu timnya di masa depan, keluarga Sadio Man\u00e9 pada usia yang sama, ayahnya secara aktif mendorongnya untuk mengejar mimpinya meskipun ada jarak yang sangat jauh.<\/p>\n<p>\u201cSaya akan mengeluh bahwa saya tidak ingin melakukan perjalanan empat jam ke pelatihan,\u201d kata Salah pada 2018. \u201cTetapi dia berdiri di dekat saya dan mengatakan kepada saya bahwa semua pemain hebat melewati ini.\u00a0Harga untuknya sangat tinggi, dan saya tidak akan pernah melupakan peran yang dia mainkan dalam karier saya. \u201d<\/p>\n<p>Namun, sementara dukungan ayahnya memungkinkannya menghadiri pelatihan dalam jangka pendek, tidak ada keraguan peran penting El Shishiny dalam perkembangan awalnya.\u00a0Bersama Salah pada saat itu di tahun keduanya di klub, ia telah mengatur agar calon muda itu tinggal bersama keluarganya di Kairo selama satu atau dua malam dalam seminggu untuk memungkinkannya beristirahat dengan baik dari sesi pelatihan mereka daripada melakukan perjalanan jauh ke Nagrig setiap hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesialinenews.com-Mesiar-Bagaimana Mohamed Salah menjadi kebanggaan Mesir dan bintang emas bagi Liverpoolyang sangat eksklusif.\u00a0Salah di Liverpool prestasinyab telah melampaui olahragawan\u00a0\u00a0yang lain dalam sejarah Mesir, sebagaimana dirinci<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"class_list":["post-612","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-olah-raga"],"views":406,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=612"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/612\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":615,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/612\/revisions\/615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}