{"id":5770,"date":"2022-07-07T14:07:46","date_gmt":"2022-07-07T14:07:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=5770"},"modified":"2022-07-07T14:07:46","modified_gmt":"2022-07-07T14:07:46","slug":"inisiasi-pembangunan-jaringan-interkoneksi-bawah-tanah-mrt-gubernur-anies-sejarah-baru-bagi-jakarta-dan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=5770","title":{"rendered":"INISIASI PEMBANGUNAN JARINGAN INTERKONEKSI BAWAH TANAH MRT, GUBERNUR ANIES: SEJARAH BARU BAGI JAKARTA DAN INDONESIA"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Jakarta -Jakarta berkomitmen untuk tumbuh sebagai kota yang berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan tata kota berorientasi transit, di mana kemudahan dan kenyamanan nyata dirasakan warga dalam berpindah antarmoda transportasi publik. Sebagaimana komitmen yang dipegang teguh, kawasan berorientasi transit makin dikembangkan dengan terobosan dan inovasi baru. Paradigma pembangunan yang digunakan pun berubah, dari berorientasi kendaraan pribadi atau Car Oriented Development (COD) menjadi berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD).<br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-5772\" src=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/2inisi20220707122637-1024x683.jpeg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/2inisi20220707122637-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/2inisi20220707122637-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/2inisi20220707122637-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/2inisi20220707122637-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/2inisi20220707122637-420x280.jpeg 420w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/2inisi20220707122637.jpeg 1599w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><br \/>\nHari ini, Kamis (7\/7), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menginisiasi pembangunan fasilitas interkoneksi bawah tanah pertama di jalur MRT sebagai upaya mewujudkan jaringan interkoneksi bawah tanah dan seamless urban mobility di\u00a0 kawasan\u00a0 berorientasi\u00a0 transit. Terowongan pejalan kaki yang menghubungkan antara Gedung Thamrin Nine UOB dan Stasiun Dukuh Atas BNI ini merupakan bukti nyata bahwa kerja kolaboratif, dalam hal ini fasilitas transportasi publik dan bangunan komersial di lahan privat, akan menghadirkan kemudahan bermobilitas.<\/p>\n<p>\u201c\u201cIni hari yang bersejarah, ini sejarah baru di Jakarta dan Indonesia karena kita\u00a0 memulai sebuah proyek pembangunan jalan pedestrian di bawah tanah, di mana penumpang MRT nantinya akan melewati tunnel yang langsung menjangkau gedung-gedung di sekitar stasiun. Terowongan ini akan menjadi permulaan dari terwujudnya jaringan interkoneksi bawah tanah di rute MRT yang bukan hanya memudahkan pola pergerakan tapi juga mengaktivasi ruang bawah tanah sebagai ruang produktif baru di Jakarta\u201d terang Gubernur Anies dalam Pembukaan TOD Forum 2022 dan Pencanangan Pembangunan Interkoneksi Bawah Tanah Thamrin Nine UOB-Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Kamis (7\/7).<\/p>\n<p>Selain itu, pembangunan terowongan pejalan kaki ini juga merupakan gambaran masa depan terkait peningkatan integrasi transportasi publik yang selama ini dikerjakan oleh Pemprov DKI, di mana pada level 1 integrasi menghubungkan antarmoda seperti stasiun MRT dihubungkan dengan halte TransJakarta, stasiun KRL Commuter Line, dan angkutan umum lainnya. Sedangkan, pada level 2 integrasinya menghubungkan stasiun dengan tempat kerja.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin perpindahan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum adalah perpindahan yang rasional, secara hitungan waktu dan biaya lebih murah. Dengan begitu, perhitungan waktu, biaya dan kenyamanan akan didapat semua. Bayangkan gedung yang tingginya 40 lantai punya akses ke stasiun, maka akan ada ribuan orang yang bekerja di gedung tersebut berpindah naik transportasi umum. Semoga pembangunan ini bisa selesai tepat waktu, tepat biaya dan berkualitas,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Inisiasi pembangunan interkoneksi bawah tanah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pembangunan Bangunan dan Fasilitas Interkoneksi Thamrin Nine UOB\u2013Stasiun Dukuh Atas BNI antara Direktur Pengembangan Bisnis dan Usaha PT MRT Jakarta (Perseroda), Farchad Mahfud dan Direktur Utama PT Wisma Kartika, Alvin\u00a0 Gozali,\u00a0 dan disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta\u00a0 (Perseroda), William Sabandar.<\/p>\n<p>Akses pejalan kaki ini sepanjang 80 meter dengan lebar lima meter yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti\u00a0retail,\u00a0storage room, eskalator, dan elevator. Terowongan ini dibangun berdasarkan prinsip-prinsip\u00a0 pengembangan\u00a0 kawasan\u00a0 berorientasi\u00a0 transit\u00a0 yang\u00a0 universal, termasuk ramah terhadap penyandang disabilitas.<\/p>\n<p>Pembangunan interkoneksi, seperti terowongan\u00a0 pejalan\u00a0 kaki\u00a0 penghubung\u00a0 Gedung Thamrin Nine UOB\u2013Stasiun Dukuh Atas BNI ini, berpotensi meningkatkan angka keterangkutan (ridership) MRT Jakarta\u00a0 serta\u00a0 meningkatkan\u00a0 jumlah\u00a0 kunjungan\u00a0 ke\u00a0 pusat perkantoran\/perbelanjaan yang terhubung, dan mengaktivasi ruang bawah tanah sebagai\u00a0 ruang baru yang produktif. Seperti pengalaman akses layang di Blok M Plaza yang\u00a0 meningkatkan kunjungan hingga 150% (megapolitan.kompas.com, 2019).<\/p>\n<p>Terowongan ini melengkapi interkoneksi layang Stasiun Blok M BCA dan Blok M Plaza yang telah terbangun dan interkoneksi layang Stasiun Lebak Bulus Grab-Pondok Indah Square yang sedang dalam tahap konstruksi. Selain itu, terhadap 5 interkoneksi bawah tanah dan layang yang\u00a0 saat ini sedang dalam tahap persiapan. Seluruh stasiun MRT sudah\u00a0 dirancang\u00a0 untuk\u00a0 dapat terkoneksi dengan bangunan sekitar. Untuk itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) mengundang para pemilik bangunan untuk berkolaborasi\u00a0 dalam\u00a0 mewujudkan\u00a0 jaringan\u00a0 interkoneksi\u00a0 di\u00a0 sepanjang jalur MRT.<\/p>\n<p>Jakarta Pionir Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit<br \/>\nKetua Ikatan Arsitek Indonesia-Jakarta, Doti Windajani, mengatakan, Jakarta layak disebut sebagai pelopor kawasan berorientasi transit karena kebutuhan Jakarta dalam mengantisipasi kemacetan melalui perbaikan infrastruktur transportasi, adaptasi perubahan iklim\u00a0 melalui penerapan low emission zone, dan pengaturan dan perbaikan tata ruang dan\u00a0 tata\u00a0 bangunan\u00a0 melalui urban regeneration dengan integrasi hunian, tempat kerja dan ruang sosial.<\/p>\n<p>\u201cIntegrasi yang sudah baik bisa ditingkatkan, terutama detail\u00a0 area\u00a0 menuju\u00a0 ke\u00a0 Gedung UOB. Perlu perhatian terkait kebutuhan penyandang disabilitas. Hadirnya terowongan juga merupakan hal yang baik, semoga nantinya lebih seamless ke arah\u00a0 Jalan\u00a0 Blora.\u00a0 Kemudian,\u00a0 perlu juga perhatian untuk penataan UMKM di kawasan tersebut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Hal serupa juga disampaikan oleh Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna. Ia menyebut, interkoneksi bawah tanah pada jalur MRT merupakan ide yang sangat menarik, karena gagasan integrasi dengan pusat perbelanjaan atau perkantoran akan memberikan nilai tambah pada pemanfaatan fungsi bangunan dan ridership jumlah penumpang MRT Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cPengalaman ini sudah dijalankan dengan mal Blok M,\u00a0 berupa\u00a0 integrasi\u00a0 Stasiun\u00a0 Blok\u00a0 M BCA dengan pusat perbelanjaan. Nilai tambah yang didapat adalah jumlah pengunjung meningkat, tenant mendapatkan keuntungan karena pendapatan\u00a0 usaha\u00a0 meningkat,\u00a0 serta\u00a0 suasana\u00a0 mal menjadi sangat ramai,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Yayat menambahkan, terobosan integrasi antarfungsi bangunan di sekitar stasiun merupakan solusi cerdas yang semakin meningkatkan dua fungsi layanan, yaitu transportasi\u00a0 dan jasa perdagangan\/properti\/retail. \u201cIni ialah\u00a0 cara\u00a0 terbaik\u00a0 untuk\u00a0 menghidupkan\u00a0 kawasan berorientasi transit sebagai pusat ekonomi baru di Jakarta,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Di samping itu, Ketua Ikatan Ahli Perencanaan, Dhani Muttaqin menyatakan bahwa keberadaan pedestrian tunnel merupakan salah satu upaya mewujudkan kawasan berorientasi transit Dukuh Atas menjadi lebih nyaman bagi pejalan kaki dan pengguna angkutan umum. \u201cKami menyambut baik inisiatif pembangunan tunnel ini\u00a0 sebagai\u00a0 fasilitas\u00a0 interkoneksi\u00a0 MRT\u00a0 Jakarta dengan kawasan sekitarnya. Tentunya, hal ini perlu ditopang dengan berbagai fasilitas lainnya, seperti trotoar yang berkualitas, ruang terbuka hijau yang memadai,\u00a0 fasilitas\u00a0 parkir,\u00a0 dan\u00a0 hunian bagi berbagai kelas warga kota,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Direktur Jakarta Property Institute, Wendi Haryanto, menambahkan\u00a0 bahwa\u00a0 penting\u00a0 bagi DKI Jakarta sebagai pelopor TOD untuk menerapkan praktik terbaik pengelolaan TOD karena statusnya sebagai ibu kota dan kota metropolitan akan membuat Jakarta menjadi sumber belajar bagi kota lain. \u201cPemangku kepentingan interkoneksi gedung\u00a0 di\u00a0 sekitar\u00a0 kawasan\u00a0 TOD\u00a0 dengan stasiun MRT Jakarta perlu punya pemikiran yang sama untuk\u00a0 membawa\u00a0 kebaikan\u00a0 bagi\u00a0 kota.\u00a0 Skema bisnis pengembangan interkoneksi merupakan huungan simbiosis mutualisme bagi semua pemangku kepentingan dan perlu bersifat atraktif\u00a0 bagi\u00a0 pemerintah\u00a0 dan sektor swasta,\u201d\u00a0 jelasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menambahkan bahwa interkoneksi jelas akan membangkitkan perekonomian sejak tahap perencanaan hingga operasionalnya. \u201cInterkoneksi dengan gedung-gedung berkonsep campuran (mixed-use buildings) di area TOD juga akan mengurangi kemacetan yang menjadi penyebab kerugian ekonomi, \u201ctambahnya.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, pengembangan kawasan berorientasi transit Dukuh Atas telah dimulai sejak 2018 lalu oleh Gubernur Anies. Sejak saat itu, kawasan Dukuh Atas telah menjelma menjadi area pengembangan berorientasi transit\u00a0 pertama\u00a0 yang memberikan\u00a0 harapan\u00a0 atas\u00a0 wajah\u00a0 Jakarta di masa depan yang memprioritaskan pejalan kaki dan pesepeda. Kemudian, Terowongan Kendal dialihfungsikan menjadi area pejalan kaki dan ruang aktivitas seni dan budaya masyarakat Jakarta yang turut menghadirkan kemudahan berpindah moda transportasi.<\/p>\n<p>Buka Potensi Kerja Sama Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit<br \/>\nSejalan dengan semangat memperbaiki wajah Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda) juga menggelar TOD Forum yang dibuka langsung oleh Gubernur Anies. TOD Forum yang merupakan acara puncak dari TOD Fair&#8211;yang telah berlangsung sejak 10 Juni lalu melalui serangkaian acara seperti kompetisi foto dan reels Instagram, serta lomba sketsa kawasan berorientasi transit&#8211; dilakukan pada Kamis\u2014Jumat, 7\u20148 Juli di Assembly Hall Menara Mandiri, Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Dalam TOD Forum ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) menggelar forum diskusi yang menghadirkan pembicara ahli di bidang pengembangan kawasan berorientasi transit. Melalui penyelenggaraan TOD Forum ini, diharapkan akan menjadi ajang untuk membuka kesempatan, mempertemukan, dan menjalin potensi kerja sama bisnis antara PT MRT\u00a0 Jakarta\u00a0 (Perseroda) dengan calon mitra pengembang, investor, serta institusi terkait.<\/p>\n<p>\u201cSelain kerja kolaboratif bersama pihak Thamrin Nine Complex membangun interkoneksi terowongan pejalan kaki ini, hari ini juga kami menandatangani nota\u00a0 kesepahaman\u00a0 dengan Samsung C&amp;T Corporation terkait investasi TOD, skema pembiayaan pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan dan peremajaan perkotaan dengan Standard Chartered Bank, dan partisipasi perusahan Jepang dalam penyelenggaraan TOD di Jakarta dengan Oriental Cons ultants Global,\u201d ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar.<\/p>\n<p>\u201cSejauh ini, sejumlah gedung di sekitar stasiun MRT Jakarta sangat berpotensi untuk terkoneksi secara langsung, seperti Wisma\u00a0 Nusantara\u00a0 dan\u00a0 Hotel\u00a0 Pullman\u00a0 dengan\u00a0 Stasiun Bundaran HI, Sudirman 7.8 dengan Stasiun Setiabudi Astra, Wisma Intiland dengan Stasiun Bendungan Hilir, Menara Mandiri dengan Stasiun Istora Mandiri, dan yang sedang dibangun dan\u00a0 akan diresmikan bulan depan, yaitu Poins Square dan Stasiun Lebak Bulus,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cJaringan interkoneksi ini akan berdampak dua hal, yaitu kenaikan angka keterangkutan MRT Jakarta dan keberlanjutan pelaku ekonomi di sekitar stasiun MRT Jakarta, terutama peluang bertumbuh,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Edwin Asmara<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta -Jakarta berkomitmen untuk tumbuh sebagai kota yang berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan tata kota berorientasi transit, di mana kemudahan dan kenyamanan nyata dirasakan warga<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5771,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,45,41,53,48],"tags":[],"class_list":["post-5770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-jakarta","category-nasional","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":282,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5770"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5773,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5770\/revisions\/5773"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}