{"id":543,"date":"2020-06-04T00:29:55","date_gmt":"2020-06-04T00:29:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=543"},"modified":"2020-06-04T00:31:21","modified_gmt":"2020-06-04T00:31:21","slug":"puan-maharani-belum-memberi-klarifikasi-atas-ucapannya-yang-dianggap-kejahatan-konstitusional-saat-peringatan-hari-jadi-pancasila-1-juni-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=543","title":{"rendered":"Hingga Hari Ini Puan Maharani Belum Memberi Klarifikasi Atas Ucapannya Yang Dianggap Kejahatan Konstitusional Saat Peringatan Hari Jadi Pancasila 1 Juni 2020"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Indonesiaonlinenews.com-Jakarta-Ketua DPR RI Puan Maharani \u00a0hingga detik ini belum memberikan klarifikasi atas ucapannya yang dianggap merupakan kejahatan konstitusi pada saat membacakan teks Pembukaan UUD 1945 pada saat peringatan hari kelahiran pancasila pada tanggal 1 juni 2020.<\/span><\/p>\n<p>Puan Maharan dianggap telah merubah isi dari Pembukaan UUD 1945 di peringatan Hari Kelahiran Pancasila tersebut, pada saat itu Puan Maharani membaca Pembukaan UUD 1945 dengan kalimat seperti berikut :<br \/>\n<strong><em>\u201cMaka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan neraga Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada; Ketuhanan yang Maha Esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,<u>\u00a0pro rakyat<\/u>,&#8221;<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Atas Penambahan kalimat \u00a0<strong>\u201cpro rakyat\u201d<\/strong> itu memunculkan berbagai pertanyaan besar dan bahkan kecaman.<\/p>\n<p>Ketua ProDem Iwan Sumule menyebut aksi Puan Maharani itu sebagai kejahatan konstitusi. Di mana, Puan telah mengubah isi Pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 45 tidak boleh diubah karena berisi &#8220;Dasar Negara&#8221; sesuai Tap MPR IX\/MPR\/1978 dan III\/MPR\/1983.<\/p>\n<p>Ketua LP3M Indonesia Andi Amien Assegaf berkomentar \u201cMengubah isi Pembukaan UUD 1945 atau biasa disebut Mukadimah UUD 1945 tidak bisa seenaknya dilakukan apalagi dalam acara kenegaraan seperti itu, kalau ada yang menyatakan itu merupakan suatu kejahataan konstitusi iya itu bisa dibenarkan. \u00a0Isi pembukaan itu tak boleh seenaknya diubah karena berisi tentang \u00a0&#8220;Dasar Negara&#8221; kalau merubah dasar Negara kita itu ada prosedurnya melalu amandemen UUD 1945 jadi tidak sesederhana itu, pejabat Negara itu harus menjaga lisannya.<br \/>\nSindiran keras juga dilontarkan berbagai warganet, aktivis politik Taufiq Rendusara. \u201c17 Agustus jangan dikasih pidato lah mbak ini. Dirubah pula nanti namanya jadi NKRI Perjuangan,\u201d tulis Taufiq di akun @Toperendusara1.<br \/>\nTak ketinggalan politisi Demokrat Ricky Kurniawan mengaitkan pembacaan Pembukaan UUD 45 ala Puan itu dengan kebijakan \u201cpro rakyat\u201d Susilo Bambang Yudhoyono yang \u2018dikikis\u2019 Rezim Joko Widodo.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesiaonlinenews.com-Jakarta-Ketua DPR RI Puan Maharani \u00a0hingga detik ini belum memberikan klarifikasi atas ucapannya yang dianggap merupakan kejahatan konstitusi pada saat membacakan teks Pembukaan UUD 1945<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-543","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-politik"],"views":379,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=543"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/543\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":546,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/543\/revisions\/546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}