{"id":5253,"date":"2022-04-23T06:35:32","date_gmt":"2022-04-23T06:35:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=5253"},"modified":"2022-04-23T06:35:32","modified_gmt":"2022-04-23T06:35:32","slug":"ini-modus-8-tersangka-edarkan-ganja-ratusan-kilogram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=5253","title":{"rendered":"Ini Modus 8 Tersangka Edarkan Ganja Ratusan Kilogram"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>\u2013 Jakarta- Sebanyak delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkoba jenis ganja seberat 471,6 kilogram. Para tersangka memasarkan ganja kering itu melalui alat komunikasi.<\/p>\n<p>&#8220;Modus operandi mereka menjual ganja dalam jumlah besar lewat alat komunikasi dan kalau sepakat ya deal, mereka akan mengirimkan ganja di satu lokasi,&#8221; ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Jumat (22\/4\/2022).<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa menerangkan pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya.<\/p>\n<p>Kata Mukti, narkoba jenis ganja itu awalnya berasal dari Aceh, kemudian digeser ke Medan untuk diedarkan kembali ke wilayah Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, kenapa ditangkap di Medan? Karena barang ini akan digeser dari Medan ke Jakarta, yang awalnya dari Aceh. Jadi kita jemput bola ke Medan,&#8221; terang Mukti.<\/p>\n<p>Dari penangkapan tersebut, satu diantaranya berinisial PP pemilik ganja, diberikan tindakan terukur berupa penembakan. Lantaran mencoba melawan saat ditangkap.<\/p>\n<p>&#8220;Satu tersangka atas nama PP diberikan tindakan tegas terukur karena mencoba melawan saat ditangkap petugas di Medan,&#8221;<\/p>\n<p>Edwin Asmara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews\u2013 Jakarta- Sebanyak delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkoba jenis ganja seberat 471,6 kilogram. Para tersangka memasarkan ganja kering itu melalui alat<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5254,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,45,47,41,51],"tags":[],"class_list":["post-5253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-jakarta","category-kepolisisan","category-nasional","category-peristiwa"],"views":196,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5255,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5253\/revisions\/5255"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}