{"id":4925,"date":"2022-03-23T12:36:55","date_gmt":"2022-03-23T12:36:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=4925"},"modified":"2022-03-23T12:36:55","modified_gmt":"2022-03-23T12:36:55","slug":"polisi-ciduk-pelajar-smp-bawa-sajam-ingin-tawuran-di-cakung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=4925","title":{"rendered":"Polisi Ciduk Pelajar SMP Bawa Sajam Ingin Tawuran di Cakung"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Jakarta &#8211; Seorang siswa SMP diamankan polisi saat kedapatan hendak melakukan tawuran di persimpangan Tugas, Jalan Raya Bekasi, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.<\/p>\n<p>Kapolsek Cakung (Kompol. Satria Darma) mengatakan siswa yang ditangkap tersebut berinsial (R). Saat diamankan, polisi menemukan sebilah celurit yang diduga akan dipakai untuk tawuran.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka sudah janjian tawuran sepulang sekolah. Yang kita amankan ini siswa kelas 2 SMP usia 16 tahun,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, pelaku diamankan ketika jajaran Polsek Cakung melakukan patroli rutin di jam pulang sekolah. Saat Patroli, pihaknya mendapati gerombolan siswa berboncengan sepeda motor.<\/p>\n<p>&#8220;Kita ikuti jumlahnya 20 motor dan salah satu dari mereka berhasil kita amankan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Saat akan dibawa oleh petugas ke Mapolsek Cakung, lanjut Satria, siswa SMP kelas 2 yang baru ikut tawuran pun menangis histeris. Dia menyebut pihaknya masih akan mencari tahu asal sekolah (R).<\/p>\n<p>&#8220;Tentunya masih kita kembangkan, dia ini dari sekolah mana, apakah dia ini tergabung dalam kelompok masih kita kembangkan.<\/p>\n<p>Redaksi TTI-Linenews<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta &#8211; Seorang siswa SMP diamankan polisi saat kedapatan hendak melakukan tawuran di persimpangan Tugas, Jalan Raya Bekasi, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Kapolsek<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4926,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,45,47,51,44],"tags":[],"class_list":["post-4925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-jakarta","category-kepolisisan","category-peristiwa","category-sosial"],"views":199,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4925"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4927,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4925\/revisions\/4927"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4926"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}