{"id":4891,"date":"2022-03-21T12:09:52","date_gmt":"2022-03-21T12:09:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=4891"},"modified":"2022-03-21T12:09:52","modified_gmt":"2022-03-21T12:09:52","slug":"polri-usut-video-viral-2-500-ton-minyak-goreng-tumpah-ke-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=4891","title":{"rendered":"Polri Usut Video Viral 2.500 Ton Minyak Goreng Tumpah ke Laut"},"content":{"rendered":"<p><b>Indonesialinenews<\/b>-Jakarta &#8211; Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut dugaan minyak goreng tumpah ke laut. Peristiwa tersebut viral usai videonya diunggah di media sosial.<\/p>\n<p>&#8220;Harus didalami informasi itu. Sedang didalami Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri,&#8221; kata Kasatgas Pangan Polri Irjen Helmy Santika dalam keterangannya, Senin (21\/3\/2022).<\/p>\n<p>Video tumpahnya minyak goreng ke laut viral di TikTok. Video berdurasi 28 detik itu memperlihatkan cairan berwarna kuning keemasan yang diduga minyak goreng.<\/p>\n<p>Dalam video, disebutkan jumlah minyak goreng yang tumpah ke laut. Minyak itu terlihat seolah disalurkan melalui sebuah pipa di atas kapal yang tengah bersandar.<\/p>\n<p>&#8220;Jika minyak 2.500 ton ini ku bagikan kepada rakyat, maka akan mengurangi beban mereka, aku akan ditangkap, rakyat akan mengingatku, tapi akan melupakan setelah menggoreng ikan,&#8221; ujar pembuat video.<\/p>\n<p>Pengunggah video tak menjelaskan di mana lokasi tersebut. Minyak goreng kini memang tengah menjadi salah satu bahan pokok yang langka.<\/p>\n<p>Harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sempat melambung tinggi beberapa waktu lalu, sehingga pemerintah menetapkan HET saat itu. Namun, HET kini telah dicabut.<\/p>\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesialinenews-Jakarta &#8211; Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut dugaan minyak goreng tumpah ke laut. Peristiwa tersebut viral usai videonya diunggah di media sosial. &#8220;Harus didalami<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4892,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,34,45,47,41,51,44],"tags":[],"class_list":["post-4891","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-hukum","category-jakarta","category-kepolisisan","category-nasional","category-peristiwa","category-sosial"],"views":292,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4891"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4891\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4893,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4891\/revisions\/4893"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}