{"id":4543,"date":"2022-02-18T11:30:44","date_gmt":"2022-02-18T11:30:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=4543"},"modified":"2022-02-18T11:30:44","modified_gmt":"2022-02-18T11:30:44","slug":"kasus-begal-jari-putus-di-tanjung-priok-1-pelaku-ditangkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=4543","title":{"rendered":"Kasus Begal Jari Putus di Tanjung Priok, 1 Pelaku Ditangkap"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews <\/strong>-Jakarta \u2013 Polisi masih mengusut kasus pembegalan terhadap seorang pria hingga jari tangannya putus di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Terkini, satu pelaku telah ditangkap.<\/p>\n<p>\u201cKemudian, pelaku saat ini satu orang sudah ditangkap oleh penyidik,\u201d ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, Jumat (18\/2\/2022).<\/p>\n<p>Zulpan mengatakan terdapat enam pelaku lain yang masih dalam proses pengejaran polisi. Namun, ia menyebut satu pelaku yang berhasil ditangkap berinisial F (14).<\/p>\n<p>\u201cTentunya ini menjadi keprihatinan kita karena banyaknya kejahatan kekerasan melibatkan pelaku berusia remaja,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Diberitakan sebelumnya, terjadi aksi pembegalan di Tanjung Priok, Jakarta Utara yang menyebabkan seorang korban mengalami putus jari. Aksi pembegalan tersebut terjadi saat korban hendak melakukan COD ponsel dengan pelaku.<\/p>\n<p>\u201cInformasi korban ini mau COD-an. Dia mau jual handphonenya, ada yang mau beli, ya sudah datang lah dia ke sana,\u201d terang Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Ricky Vivaldy saat dikonfirmasi, Kamis (17\/2\/2022).<\/p>\n<p>(Redaksi TTI-Linenews)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews -Jakarta \u2013 Polisi masih mengusut kasus pembegalan terhadap seorang pria hingga jari tangannya putus di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Terkini, satu pelaku telah ditangkap.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4544,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,45,47,51,44],"tags":[],"class_list":["post-4543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-jakarta","category-kepolisisan","category-peristiwa","category-sosial"],"views":194,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4543"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4543\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4545,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4543\/revisions\/4545"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4544"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}